Cerpen

MISSING YOU
Cerpen Ranie Tri Ayu

Hay kenalin nama ku Vata,aku anak SMA kelas X,sekilas tentang aku,aku punya cerita tentang aku dan mantan kekasihku diSMP dulu,dia bernama Radit,dulu hubungan kita putus saat kita kelas 9 SMP SEMESTER 1. Aku dan dia memutuskan untuk menyudahi hubungan yang berujung kebencian dan keegoan,yang membuat ku nggak mau untuk mengenalnya lagi dihidup aku. Tapi semua berbeda,semua nggak seperti apa yang aku inginkan saat aku SMA.

Tepat dikelas X.9 aku berada,awalnya aku nggak tahu dengan siapa aku disitu,aku nggak tahu tba-tiba saja Radit masuk ke kelas ku saat pembagian kelas itu,aku nggak percaya kalau aku harus satu kelas dengan dia,aku nggak tahu bagaimana rasanya satu kelas dengan orang yang paling aku benci,orang yang sudah buat aku kecewa,huuuaahhh pasti rasanya sangat bosan.Awalnya siih nggak terima,tapi.. tak apalah,fikirku untuk yang kedua kalinya.

Waktu terus berjalan,hari-hari yang aku lewati nggak seperti yang aku bayangkan,semuanya berbeda,awalnya aku mengira kalau aku akan merasa sangat bosan dan muak karena satu kelas dengan dia,tapi nggak bosan-bosan banget,karena disitu aku punya teman-teman yang sangat baik dan perhatian sama aku. Vita,dikelas itu aku bareng sama dia.
“Woy,pagi-pagi sudah ngelamun saja” ucap vita,
“Huuhhh..ngagetin saja kamu!!” saut aku
“Kenapa kamu,pagi-pagi sudah ngelamun,ada masalah??”Tanya vita
“hmmbb..iya vit,lagi-lagi aku inget dia”jawab aku
“dia??Mantanmu??ada apa lagi sama dia?”ucap vita

kata vita
“iya vit,kamu bener,tapi aku bingung,kenapa hatiku harus gini,kenapa harus berpihak lagi sama dia vit,” “teetttt..ttettt…”tanda bel masuk berbunyi,uppzz..curhatku terpotong,akhirnya aku sama segera masuk dan terpaksa dech curhatnya dilanjutin istirahat. “aku bingung vit sama perasaan aku ini,kenapa hati aku ini selalu berpihak lagi sama dia,dalam fikiranku Cuma ada dia satu,apa mungkin cintaku masih tetap untuknya,??”curhatku kepada sahabatku
“vata,mungkin dulu dia pernah sakitin kamu,kecewain kamu,tapi,kamu nggak bakal bisa buat nggak inget sama dia sekalipun kamu telah pergi jauh dari dia kalau kenyataannya memang kamu masih ada cinta untuknya??”

Saat aku lagi duduk sendiri dibangku belakang pojok kanan,tiba-tiba vita datang dan duduk disamping aku,
“hhahaha..hari ini banyak jam kosong,lanjutin ge curhat kamu tadi ta”omong vita
“Nggak tahu lah vit,bingung..”ucapku
“vata,kenapa harus bingung sih?”Tanya vita
“aku bingung vit kenapa sih harus dia lagi dia lagi,kenapa aku satu kelas sama dia,dulu,waktu aku pertama putus dari dia aku coba buat cari pengganti dia,tapi kandas dalam waktu singkat hanya karna aku belom bias lepasin dia,saat aku kembali lagi sama dia,nggak lama ada masalah dating yang buat aku harus lepasin dia,bahkan buat nggak kenal lagi sama dia,aku sudah yakin sama diri aku kalau aku bakalan bias lepasin dia,hatiku sudah cukup kecewa dan sakit karna dia,”ucapku dengan nada tinggi
“ta,aku tahu gimana perasaan kamu,ettzz…tunggu,tapi kata dia,dulu kamu nyakitin dia,selingkuh dibelakang dia??”Tanya vita
“vit,oke,disini aku certain semuanya sama kamu,dulu,waktu aku lagi ada mapel tambahan diluar sekolah,aku punya kenalan baru,namanya Reza,anak petarukan,aku emang deket banget sama dia,tapi nggak lebih Cuma sebatas sahabat,dulu dia dikhianatin sama ceweknya,terus dia minta bantuin aku buat balas dendam dengan cara hubungan aku berpacaran sama dia difacebook,aku mau,dan salahku,aku nggak ijin dulu sama si Radit,karna setahu aku dia itu nggak punya akun facebook,fikirku Cuma sebatas kepura-puraan,tapi tak semudah yang ku bayangkan,dia tahu itu,dan dia ngerasa kalau aku ngehianatin dia,ngeduain dia,dari situlah hubungan kita mulai nggak karuan,berantakan,dia sudah mulai deket sama cewek lain,bahkan sudah nggak memperdulikan aku lagi,sampai ahirnya kita mutusin buat menyudahi hubungan kita,dari situ juga aku mutusin buat nggak mau lagi kenal sama dia”curhatku sedih,vita memandang dan langsung meluk aku yang saat itu meneteskan air mata,
“vata..sudah jangan nangis,aku tahu sekarang apa yang pasti ada difikiran kamu dan hati kamu,nggak semudah yang kamu mau buat nggak kenal dan inget lagi sama dia ta,sabar yaa..”ucap vita yang meluk dan sambil nenangin aku.

Aku hanya bisa menangis mengingat semuanya,semua yang dulu pernah ada,terukir indah,kini..hanya kenangan.Huuhhh…..

Dalam bisik jiwa ku berkata,Tuhan.. apa yang sedang kau rencanakan,apa yang terjadi pada diri ini,kenapa harus dia lagi…. Aku meronta dan terus meronta.

Tiba-tiba saat aku dan vita sedang ngobrol asyik Rosa dan Lina dating dan duduk disampingku,
“Heyy,temen-temen mau ngajak jalan-jalan kepagilaran buat buka awal liburan semester 1 nanti,gimana??”Tanya Rosa tiba-tiba
“hahh…sama anak-anak semua??”tanyaku
“iya dong ta,”jawab Rosa
“aku ngikut-ngikut saja,kamu juga kan ta??”Tanya vita padaku
“iya dech gampang..”jawabku singkat
“Yaudah besok ya kumpul didepan sekolah jam 9 pagi,aku mau ngumumin ke teman yang lain dulu”ucap rosa

Hmmmbb… Saat malam dating,tepatnya dimalam minggu,aku Cuma duduk sendiri didepan teras tengah rumahku,ditemani dengan segudang galau dan sejuta bĂȘte yang aku kira itu nggak akan ada habisnya..hahaha

Dalam lubuk hatiku berkata ‘Mungkin nggak sihh cinta itu dating lagi dihati ini,mungkin nggak sihh aku sudah maafin dia,mungkin nggak sihh aku bakal balikan lagi sama dia??’ huuaahhh penuh dengan tanda Tanya.

Malam semakin larut,tapi langit semakin indah rasanya untuk dipandang,disatu sisi itu aku berdo’a kepada Tuhan,’Ya Tuhan,jawab semua rasa gundah yang ada didalam hati ini,apa arti semua ini,arti semua rasa ini,’
hHHuuamm ngantukku mulai datang,nggak boleh tidur malem-malem besok bangun pagi buat pergi happy-happy bareng anak-anak,haha..
* * *

Pagiku tepat pukul jam 7 pagi,wuuaahhh… rasanya semalam ini berlalu dengan amat teramat cepat. Segeraku bangun dari tempat tidurku dan langsung kekamar mandi untuk mandi dan siap-siap untuk pergi bareng temen-temen kepagilaran..

Sudah dimana Vata?
temen-temen sudah pada
kumpul nungguin kamu?
Pesan message dari Vita,hHuuhh baru telat beberapa menit saja sudah dibawelin.

“Lama banget sih kamu ta,”Tanya vita sesampainya aku didepan sekolah,“
“iya-iya maaf,aku bangun telat,”alasanku,
“yaudah yukz kita bagi,”ucap Rosa
“eiittzz.. bagi apa ini?”sautku Tanya,
“yhaa anaknya dong ta,cewek cowok,gimana sihh”jawab Rosa
“kenapa harus gitu,yaudah aku sama Riko,”usulku gugup
“Kamu itu sama si Radit ta??”usul Riko
“Nggak ahh kenapa harus dia?”tanyaku
“iya sudahlah kamu sama Radit saja Ta,oke-oke”ucap Rindu
“Tapi yang lain kan masih ada,kenapa harus dia?”jawabku kesal
“Sudah-sudah nggak usah banyak protes,yukz kalau gitu kita berangkat sekarang saja”Saut Rosa

Nggak lama dari itu kita semua langsung berangkat untuk menuju Pagilaran,kabun the yang amat indah.Kesalku hilang,bete’ku pun tak kunjung datang lagi saat aku berdua dalam perjalanan dengan dia,aku bingung,kenapa gini?Ahh tapi nggak papa lah sekali dong juga,fikirku.

Memang,sejak teman-teman sekelasku tahu,kalau aku dan Radit dulu pernah ada hubungan yang special,mereka selalu jodoh-jodohin aku sama dia,aku juga bingung,katanya sih aku cocok kalau sama dia,nggak tahu dech,nggak terlalu mikirin.

“kOk diem?”Tanya Radit
“hhmmbb”jawabku
“kOk Cuma hhmmbb”tanyanya
“terus??”ucapku
“nyanyi dong”jawab Radit
“males”jawabku

Diam,ugghhtt dalam fikiranku aku nyesel,kenapa aku harus cuek sama dia,tapi?biarin aja,dehdehdeh.. kOk jadi sensi gini ya aku.

Dalam perjalanan aku selalu diejek sama teman-teman,katanya aku harus balikan lah sama Radit,harus gini lah harus gitu lah,akunya bingung,Cuma tak jawab dengan senyum saja,begitupun Radit.

Sesampainya disana,kita langsung markirin motor dan nggak sabar buat segera jalan-jalan ditengah-tengah kebun teh yang sejuk itu.

Foto-foto narsis ciihUyy.. asyiknya,eeiittzz.. lagi-lagi aku diejek sama temen-temen gara-gara aku mau duluan turun pass barengan sama si Radit,huuhhh…. Heboh dech.
“Sudah jam 1 siang,makan dulu yukz?”ajak Riko
“yaudah yukz”ucapku dan teman-teman
“Mau makan dimana?”Tanya Radit
“Dibawah ada rumah makan”jawab Riko

Ehh* sesampainya dirumah makan aku diejek lagi,gara-gara duduk bareng sama Riko.
“hahaa sudah dech langsung saja kalian balikan,cocok kok”ejek Vita
“haha iya-iya bener,sudah nggak usah malu-malu”tambah Nanda
“sudah dech nggak usah pada berisik ahh”sautku cuek
Cuma ketawa doing yang Radit tunjukin.

Habis makan-makan itu kita langsung beranjak untuk pulang,karena waktu yang sudah mulai sore,disepanjang perjalanan pulang sih aku banyak ngobrol sama dia,hehe

Asyik,nyambung kok,tapi ada malu-malunya.

Sampainya didepan sekolah,kita langsung tukeran posisi untuk segera pulang,karena waktu sudah mulai malam,tapi,aku masih tetap sama si Radit,karena aku nggak bawa motor,jadi aku dianter dia,karena Cuma dia yang rumahnya searah denganku,jadi.. mau nggak mau yaa aku iya aja lah dari pada nggak pulang.

“Thank’s sudah nganterin aku pulang,”ucapku
“Oke sama-sama,”jawab Radit

Ku balas dengan senyum,”Pulang dulu ya,Assalamualaikum”ucapnya,
“iyha,waalaikumsalam”jawabku
Shhhiittt……
Cie-cie yang sedang bahagia,
Yang sedang berbunga-bunga,
Hahaha
Satu pesan message dari Vita,segera ku balas,
Hahaha
Apa sih vit,kamu ini..sudah ah lanjutin
Besok  saja,aku capek,mau tidur sore ini..
Hhaahahaha
Good byee….

Nggak bias tidur,dimalam itu aku Cuma berfikir satu,dalam fikiranku Cuma ada satu,’kenapa waktu cepat sekali berakhir’ aku ngerasa nyaman saat disamping dia,rasa yang dulu ada kini tercipta kembali,Ohh my gOoodd.. Tuhan,mungkinkah??
* * *

Waduhh jam 8,aku bangun siang banget,gara-gara semaleman nggak bias tidur,padahal aku ada janji jam 10 sama Vita dan Nanda buat pergi shOping bareng,haha

Tett..tett..
Suara bel rumahku berbunyi,
“ayukz sekarang ta?”ajak vita yang sudah ada didepan rumahku
“yaudah yukz,”jawabku,

Aku dan vita segera beranjak untuk kerumah Nanda,
Sesampainya disana,kita nggak langsung berangkat pergi untuk shoping,tapi kita duduk-duduk santai dan saling curhat,hehe
“ehemehem gimana ini yang kemaren baru itu tu,yang bahagia,haha”ejek Nanda
“apa sih Nan,”jawabku
“Gimana ta,cerita dong,”ucap vita
“Aku bingung vit,nan,aku kok ngerasa nyaman banget ya saat disamping dia,aku ngerasa tenang,saat aku ngobrol-ngobrol sama dia,berdua bareng sama dia,aku ngerasa rasa itu tercipta lagi,rasa yang dulu ada saat aku sama dia,”ucapku
“Vata,kamu masih cinta sama dia?”Tanya Vita
“Aku nggak tahu vit,aku juga bingung,rasanya aku ingin terus ada didekat dia,”jawabku
“wahwahh.. gimana kalau kamu balikan saja sama si Radit,”Tanya Nanda
“Aku nggak yakin,”jawabku
“kenapa?”Tanya vita dan nanda
“Dia sudah beda”jawabku,
“beda gimana ta,jangan ngarang dech”ucap Vita
“Sudah lah ta,yakin saja sama hati kamu,kalau kamu memang masih ada cinta,kenapa tidak?aku juga bias liat dari mata kalian berdua kok,kalau memang diantara kalian tu masih ada cinta,sudah lah nggak usah malu-malu”ucap Nanda
“iya bener tu kata Nanda ta,cinta tu nggak butuh gengsi,”saut Vita
“Oke,aku kan coba buat dia kembali lagi sama aku,”ucapku
“hahaha gitu dong ta,pasti dech dijamin balikan kok”saut Nanda
“haha iya-iya,bener tu,cie-cie yang mau balikan”ejek Vita
“apa sih ahh,tapi aku ragu,”ucapku
“ragu kenapa lagi sih ta,udah dech”saut Nanda
“hhmmbb iya-iya”jawabku
“yaudah yukz cabut”ajak ku
“yukz”jawab Vita dan Nanda
***

Seharian berlalu dengan canda tawa ku bersama sahabat-sahabatku,menyenangkan.
***

2 minggu berlalu,liburan yang begitu singkat,hingga aku sudah mulai berangkat sekolah lagi,saat pertama aku berangkat sekolah,aku seneng bisa ketemu lagi sama si Radit,hahaha

“Haii ta,”sapa Vita
“Hai vit,”sapaku kembali
“Gimana Radit,”Tanya Vita
“belom ada reaksi.”jawabku
“maksudnya?”Tanya Nanda
“iya,masih seperti biasa,kayaknya nggak mungkin dech ta,nan,kayaknya sudah ada yang lain dech dihati dia,”ucapku
“kenapa kamu bilang gitu ta?”Tanya Vita
“Dia sudah beda ta,aku bisa rasain itu,cinta dia yang dulu buat aku tu sudah nggak ada lagi,perhatian dia,sayangnya dia,bahkan sikap dia juga ta,”ucapku
“Vata,sabar ya,sebenernya dia juga bilang sama aku,kalau dia yu lagi mengharap seseorang gitu,ya aku sih mikirnya dia ngarep kamu,”ucap Nanda,
“nggak nan,aku tahu banget dia,kalau dia lagi ngarep seseorang ttu pasti dia perhatian banget,sedangkan sekarang?sama aku,perhatian saja nggak pernah nan,aku kecewa banget,hati aku sakit lagi,kenapa sih aku harus mengharap dia lagi,kenapa aku harus cinta dia lagi?kenapa??”ucapku dengan tetesan air mata
“vata,sudah dong,jangan nangis,percaya dech,dia tu masih saying sama kamu,jangan gitu”ucap Nanda
“Sudah sudah ta,”tenangan dari Vita sambil meluk aku buat nenangin aku,
“Aku nggak tahu harus berbuat apa lagi kalau memang kenyataannya dihatinya sudah ada orang lain,”tangisku
“vata sudah! Kamu kok lemah gini sih,cowok nggak Cuma dia,aku yakin kok kalau kamu memang nggak bisa balikan lagi sama dia,kamu pasti akan dapetin yang lebih baik lagi dari dia,percaya dech,”ucap Vita

Aku hanya bisa menangis menahan sakitnya hati yang sudah disakiti untuk yang kedua kali.

Aku menyadari bahwa cinta nggak bisa dipaksain,ketulusan cinta suci bukan dari kata-kata manis,tapi dari hati yang tulus untuk mencintai dan dicintai.
Setetes kebencian di dalam hati
Pasti akan membuahkan penderitaan
Tapi setetes cinta di dalam relung hati
akan membuahkan kebahagiaan sejati.

Dari situ aku belajar buat jadi cewek yang tegar,aku tahu,penyesalan itu nggak ada artinya,tapi aku hanya bisa berharap agar dia kembali lagi disisi aku,walaupun aku tahu itu butuh keajaiban.Terima satu hikmah saja kalau “Kenyataan lebih indah dari Harapan”

Tapi  Aku nggak mutusin buat berhenti ngarepin dia,aku selalu ngarepin dia,tapi aku juga mau coba buat cari pengganti dia,walaupun itu
berat,tapi akan selalu ku coba,karena aku nggak mau terus-terusan larut dalam kesedihan dan kesendirian..

“Dalam Kesendirian itu Ada Keindahan Yang Tersembunyi”


AKU CINTA SAHABATKU
Oleh NN

Angin sore menerpa wajahku yang sedang asyik-asyiknya melamunkan hal yang ga tau kenapa bisa aku lamunin. Hal ini tuh udah bikin aku galau belakangan ini. Ya, apa lagi kalau bukan jatuh cinta. Jatuh cinta udah ngebuat aku kaya orang bego. 

Tiap kali aku makan, wajah dia tuh selalu muncul, ngebayang-bayangin tiap langkah aku ke sekolah, dia tuh bagaikan bintang untukku, slalu nemenin tokoh 'aku' dalam mimpi aku. Sebenernya sih dia tuh temen chattingan facebook aku, dia tuh slalu ada kalau aku lagi sedih, ada masalah, juga kalau aku seneng, dia slalu ada buat jadi tempat berbagi kesenangan.  

"Braakkkk!" suara itu kedengaran amat menyeramkan, dan setelah kusadari, ternyata aku terjatuh dari ayunan yang sedang kunaiki. Ya ampun, aku ngelamunin dia lagi... Apa yang terjadi sama aku? Masa aku baru aja ngelakuin hal bego kaya gitu? Hal yang mungkin ngebuat orang lain ngakak di atas penderitaanku. 

"Awww.... Sakit banget kaki aku..." sebenarnya aku tau di taman ini ga ada orang lain selain aku, tapi kok aku ngerasa ada suara ketawa yang kejam? Hiiyyy, jangan-jangan....... 

"Huaaaa", aku berteriak kencang saking kagetnya. Baru kali ini aku denger suara hantu, ternyata suaranya tuh kaya manusia banget yah.  

"Ya ampunnn, ini Kayla? Ahaha, aku ngga nyangka banget bisa ketemu kamu di sini, Kay", kata suara itu. Haaaaa..... Salah apa aku bisa ketemu hantu di sore hari yang indah ini, ternyata hantu itu serba tau yaaa, masa dia juga tau nama aku, terus ya iya dia seneng bisa ketemu manusia bernama Kayla ini di taman terus nakut-nakutin dia, sementara aku...? 

'Tuhan tolongin aku Tuhan, bawa aku ke tempat yang aman, ke atas pohon boleh deh, asal aku ga usah ngeliat ni hantu gitu, ngga usah tatap muka sama diaaa.... Aku takut hantu....', doaku dalam hati. Tapi kayanya itu cuma jadi mimpi soalnya aku masih di bawah pohon, di deket ayunan kuning ini.... Suara langkah kaki itu semakin deket lagi... 

"aaaaaaa, jangan bunuh aku, mas hantu, aku masih belom punya pacar, masih banyak dosa sama mama sama papa... Pleaseee dong mas hantu, biarin aku hiduppp", teriakku sejadi-jadinya.  "Hahahahaha Kaylaa-Kaylaa... Kamu tuh yaa ngga di dunia asli, ngga di chat, sama aja: PENAKUT! Hahaha, ini aku, Mike..." kata suara itu... 'Mike siapa' kataku dalam hati.... 'Mike??? Hah, cowo itu? yang sedari tadi aku pikirin? Cowo yang ngebuat aku jatuh memalukan dari ayunan? hahaha, ngga mungkin ah', kataku sembari membalikkan tubuhku ke arah suara itu berasal. Hwaaa, wajah itu membuat hatiku bergetar hebat. 

Ternyata itu beneran Mike ya Tuhan!  Seketika lidahku tak bisa berkata-kata, 'kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku', gitu kalo kata sm*sh! aduh apa apan aku ini, di saat seperti ini aku masih bisa mikirin boyband asal Bandung favoritku itu... kembali lagi dong ke dunia nyata. "Hah, kamu beneran Mike?" kataku, memandang wajah dia yang berdiri di sebelahku sambil mengulurkan tangan, membantuku berdiri. 

"Ya iyalah emang kamu mikir aku ini hantu yang tau nama kamu? Hahaha", kata Mike seolah dapat membaca pikiranku. "Hehehe, ya kirain sih", kataku, menyambut uluan tangannya.  Baru kali ini aku melihat wajah aslinya, ternyata lebih cakep dari fotonya, ngebuat hati aku cenat cenut. 

Kami mengobrol banyak di taman sambil menikmati matahari yang dengan malu-malu ke tempat asalnya. Senja itu, aku benar-benar ngerasain apa yang namanya indahnya jatuh cinta. Setelah mengobrol begitu lamanya, kami berpamitan, oiyah sekarang aku tau, dia pindah ke blok sebelah rumah aku. Aku jadi tetanggaan sama dia, senangnya :D. Kami lalu pergi ke rumah Mike untuk Mike kenalkan sama keluarganya yang sering dia ceritakan di chat ym ke aku.    

Mike pindah dari Jakarta ke Bandung, katanya sih papanya tugas kerja di Bandung. Dia tinggal sama keluarganya, yang barusan dia kenalin ke aku, Oom Anwar, Tante Rosa, dan adik perempuannya yang cantik, Mary. Mike sekolah di sekolah yang beda sama aku. Hari-hari berikutnya kujalani dengan senyuman yang menghiasi wajaku, menganggap bahwa semua hal buruk di dunia ini takkan berarti apa-apa bagiku, asal aku bisa liat wajah dia, wajah Mike setiap hari... 

Sekarang Mike sudah menjadi sahabatku yang selalu ada di sampingku tiap aku ada masalah, dia selalu ngehibur aku.Semuanya jadi indah, sampai pada suatu hari, dia cerita ke aku tentang seorang cewe yang udah ngebuat hati aku sedih. Mike suka sama cewe itu, dan akhirnya setelah 3 bulan PDKT atau pendekatan, mereka jadian.  

Aku ngga kuat kalo harus terus begini, aku harus ngomong sama Mike tentang perasaanku sebenarnya, sebelum aku dibuat gila sama perasaan cinta sama sahabat sendiri. Bahkan, sebelum kami sahabatan, cuma sebagai temen di dunia lain selain dunia nyata, yaitu dunia maya, yang ga pernah tatap muka sebelumnya, aku udah suka sama dia... Ya, kalo perasaan ini terus-menerus dipupuk kaya gini, apalagi dengan sikap baik bangetnya itu, sikap perhatian itu, aku ngga mungkin ngga cinta sama dia... Rasa cinta ini terus menerus tumbuh, semakin besar dan semakin besar. Kalau aku ngga ngomong, bukannya aku seneng, tapi malah tersiksa sama perasaan ini.  Sampai pada suatu sore yang cerah, saat kami sedang ngobrol di taman kompleks sambil menatap awan yang terus menerus bergerak, aku menceritakan semua tentang isi hatiku, apa yang aku rasakan sama dia, dari kapan perasaan itu muncul, dan berbagai macam kalimat lain yang gatau kenapa langsung meluncur dari lidahku. Aku juga heran kenapa dia ngga kaget sama apa yang aku katakan. 

Dia tetap tersenyum manis sambil mendengarkan aku bicara tentang perasaan terlarang ini. Setelah selesai semua beban di hatiku ini. "Mike, kok kamu malah senyum-senyum sih? Emang sih ceritaku tuh novel banget, tapi harus kamu tau, ini tuh kejadian sebenernya!", kataku. 

"Ngga kok, Kay, aku seneng kamu mau jujur sama aku, aku seneng kamu mau jadi the one yang mau tulus cinta sama aku... Ehm, sebenernya aku malu banget ngomong ini sebenernya. Aku juga suka sama kamu, Kay. Dari kita ketemu di chat ym, aku juga udah suka sama kamu, aku berusaha supaya jadi yang terbaik buat kamu. Tapi aku udah putus harapan, soalnya kamu tuh ngga ngasih respon ke aku", jelas Mike. 

"Hah? Kalau kamu juga suka sama aku, kenapa kamu jadian sama Lila? Kenapa kamu malah ngebuat hati aku tambah sakit, Mike setelah aku tau kejadian yang sebenarnya."  

"Sebenernya, Lila yang aku ceritain ke kamu itu, dia adik aku, aku cuma mau tau, apa kamu cemburu sama Lila atau ngga. Ternyata kamu cemburu yah, hehehe", canda Mike, tapi aku kira ini janggal dan ngga lucu! "Mike, bukannya adik kamu namanya Mary? Kok kamu ganti jadi Lila sih?", tanyaku penasaran.
"Yah, namanya kan Delila Mary Wijaya, nama belakangnya sama kaya aku: Michael Stefan Wijaya. Hehehe, maaf banget kalau aku udah bohongin kamu, Kayla." 

Mike membuat aku yang tadinya kesal bercampur senang merasa sedikit tenang.  

"Jadi?" kata Mike. "Jadi, apa aku boleh jadi cowo yang bisa ngelindungin kamu, Kay?", sederhana, tapi udah buat aku melambung tinggi, bagai terbang di atas awan. 

"Aku mau, Mike jadi cewe yang bisa ngertiin kamu", jawabku sambil tersenyum. Kami baru saja jadian dan aku sangat senang akan hal itu. Menikmati senja di dekat ayunan tempatku pertama bertemu dengan Mike, dengan suasana yang sama: langit senja berwarna merah keunguan membuat hatiku tentram. Ternyata, sahabat juga bisa jadi cinta.



SAKIT ....
Cerpen Singgih Arwansyah

“Sakkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…Ttttt!.........”
Lumpuh jjiwaku! dan rasanya ingin kubanting semua tentangnya. Kenangan-kenangan manis yang pernah tercipta dan semua cerita denganya. Aku sungguh tak percaya ini semua bakal terjadi sama aku yang setia ini. Serius mencintainya apa adanya. Dan bahkan rencanaku diasaat dia lulus kuliah aku akan segera menikahinya. Dengan harapan, aku sudah sekses di usahaku.

Hubunganu denganya memang dihantam sebelah pihak. Terutama keluargaku.Ya keluargaku tak pernah setuju aku menjalin kassih denganya. Tapi apapun itu,aku punya pilihan dan aku tetap mencintainya apaun tantanganya. Walau harus dilarang orang tua atau yang lainya. Aku tetap perjuangankan cintaku padanya. Karena aku sadar, cinta sejati memang banyak rintanganya. Tergantung kitanya kuat atau tidak menghadapi rintangan itu,kalau kita kuat berarti kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar nantinya dan itu anugrah terbesar,pastinya. Seperti yang tertulis dalam buku A.N Ubaedy :
“kebahagaiaan yang diartikan sebagai anugrah tuhan setelah mengarungi kesulitan. Bahagianya orang menikah bukan pada saat menikah atau pacaran.Tetapi setelah berhasil mengarungi kesulitan berdua sehingga mendapatkan apa yang diinginkan.”

Aku selalu ingat dengan kalimat itu, kalau ku balutkan dengan hubungan percintaanku denganya. Aku memehimi betul apa yang terisarat dari kalimat itu. Cintaku denganya memang dipenuhi ombak dan goncangan badai yang selalu siap merobohkan kekokohan cintaku denganya. Dan hari ini memang terbukti,ia memutuskan keseriusanku dengan entengnya ia berkata.
“Sudahlah kita berteman saja.”

Mendengar itu dadaku terasa sesak, menyempit.
“Apa? Kamu bercanda kan?” aku yakinkan ini hanya gurau.
“Aku serius!” jawabnya enteng tanpa senyum yang biasa aku terima bila dekat denganya.
“kenapa? Kamu masih mencintai Jamil mantanmu itu? Yang kaya raya ganteng dan lebih segalanya dari aku.” Hardikku kesal.

Dia menatapku. Dan tatapanya tajam seperti membelah semua isi kepalaku.
“Tidak! Aku sudah gak bisa meneruskan hubungan ini.”
“Sayang…aku yakin, kamu bercanda kan?” tanyaku masih gak percaya.
“Tidak…”
“Ayolah sayang,aku yakin kamu bercanda! Kita kan mau nikah. Jangan bikin aku gak tenang. Aku tau kamu pasti mau ngerjain aku!”
“Aku serius!” bentaknya.

Jantungku berhenti berdetak. Dan urat nadiku rasanya mau putus. Mulutku diam membisu tak ada satu katapun yang terlontar. Ku genggam tanganya dengan mata yang berbinar.
“Aku tidak percaya.Sayang katakana sekali lagi.ini bercanda kan?” lirihku lembut.

Dia menatapku. Dan tatapanya memang serius.
“Sudah kamu pulang!” Usirnya sambil berlalu kekamarnya.

Aku berusaha mengejarnya,tapi sudah telat.Pintu kamarnya sudah terkunci rapat. Aku berusaha menggedor pintunya,tapi tetap ia tak mau keluar. Dan kudengar isak tangis dari kamarnya. Aku menunggu di depan pintu kamarnya dengan harapan ia keluar. Tapi jam malam makin berdetik kencang. Wanita yang ku puja itu tidak keluar. Aku berlalu meninggalkan rumahnya.

Malam semakin pekat. Dan kusaksikan awan kelam tanpa bintang yang biasanya temani keindahan. Dirasakan angin malam yang berhembus menggigit kulitku.Menusuk tulang sum-sumku dan mencabik-cabik semuanya. Aku tak bisa tidur! Fikiranku bimbang risau dan segalanya.

Pagi ini tak kudapat sms manis darinya atau telpon yang indah. Aku awali dengan sms dia.
“pgi syang…bangun!”

Beberapa menit kemudian,tak ada balasan darinya. Aku langsung telpon dia.
Tut…tut….tut…
Ternyata tak diangkat. Aku mengulanginya lagi
Tu…tu…tut…
Tut…tut…tut…
Tut…tut…tut…
Tut…tut….nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.

Terdengar jelas ia mematikan panggilanku. Aku kesal dan memaki diri. Ingin rasanya kulempar hp ini dengan keras hingga hancur berantakan seperti hatiku berhamburan.

Siangnya tak ada juga sms dari dia yang biasanya aku santap tiap hari. Aku mengulang lagi seperti yang kulakukan pagi tadi.
“Siang syang…dah mkan?”

Beberapa menit kemudian,tak juga ada balasan. Tanganku geregetan untuk menelpon dia.
Tut…tut…tut…..
Tut…tut…tut….
Tut…tut…tut…..
Tut…tut…tutt…
Tut…tut…tut….
Tut..tut…tut…nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi.

Aku memaki kesal lagi. Dan lagi-lagi ingin kubangting hp ini berhamburan seperti jiwaku.

Aku jalani hari ini dengan perasaan perasaan bimbang hingga sore dan malam aku lakukan hal-hal serupa yang tadi pagi aku lakukan sms dia,tlp dia dan hasilnya sakit ahtiku.

Beberapa hari berselang,ternyata hidupku dihantui kembimbangan yang tidak jelas. Makan rasanya batu minum rasanya duri. Semu gak ada yang nikmat. Yang aku lihat warna-warna semuanya hitam dan putih gak jelas semuanya.

Aku telpon ibunya, Dan dengan panjang lebar kuceritakan kesriusanku. Ia hanya tersenyum dan berkata sabar…sabar…sabar…..
“Bu…aku gak ngerti apa salahku?” tanyaku aneh di telpon.
“Ya mungkin bosan a singgih sering kerumah,jadi saran ibu jangan dulu kerumah untuk beberapa minggu ibu yakin upi pasti akan baik lagi.” Jawabnya tegas di sebrang sana.

Mendengar itu aku tersentak.Ya ini salahku…ini salahku.Kenapa aku sering-sering ketemu dia mungkin juga ia jenuh dan bosan liat mukaku yang pas-pasan ini. Atau memang dia mau balikan lagi dengan mantanya? Kalau memang itu benar apa yang dilagukan AFGAN memang benar Sadis nian.
“Oh ya bu..saya akan ikuti kata ibu agar upi tetap sayang sama saya dan tidak menceraikan saya pokoknya dua minggu ini saya gak akan menemui dia.”
“Ya pokoknya buktikan saja.” Jawabnya dengan tawa

Ya tuhan apakah aku sanggup tidak ketemau dia selama dua minggu kedepan.? Padahal gak ketemu satu hari saja rasanya dunia gak berputar.(lebay) Dan ini kesempatanku untuk bisa ketemu dia terus.Pasalnya selama ini dia tinggal di lain kota dengan kawan-kawanya sibuk dengan kulihanya. Dan aku bisa ketetemu dua minggu dua hari. Dan bulan ini dia libur smester selama satu bulan. Dan aku bahagia bisa ketemu dai terus. Tapi hari pertamaku yang dianggap bakal bahagia ternyata menggoreskan luka.

Malam ini adalah malam minggu,dimana malam yang dikatakan panjang.Karena biasanya malam minggu banyak golongan muda menikmati malam dengan kumupl-kumpul dengan temanya bergadang atau yang lainya.Dan yang lebih dominan lagi,malam ini adalah malam yang paling dinanti oleh kaula muda Indonesia. Bagi yang punya pacar mereka ngapel atau ngdet bareng keliling kota atau kerumahnya atau bahkan ke tempat-tempat gelap.(ih ngeri). Dan malam yang indah ini buatku resah dan gelisah. Ingat sang kekasih yang teryata lagi marah. Aku harus sabar dan tepati janjiku pada ibunya.Bahwa aku harus tidak ketemu dia dalam dua minggu kedepan. Tapi anehnya gejolak rindu dan kebimbangan ini semakin membara dijiwaku. Dengan nekat aku datangi dia kerumahnya dengan tujuan mempertanyakan hal yang pernah ia katakana beberapa hari yang lalu. Aku gak peduli apapun yang terjadi.Mau di usir atau dimaki oleh dia,atau keluarganya.Aku sudah siap semuanya apapun yang akan terjadi pokoknya aku harus jelas maslah hubungan percintaanku denganya.

Aku temui dia di rumah saudaranya dan ternyata disana rame banyak keluarganya kumpul. Aku menunggunya di depan rumah saudaranya. Dan berapa lama ia tak keluar juga. Lalu kulihat ibunya berjalan mendekatku ia hanya tersenyum sinis dan hanya ada safa sedikit.setelah itu berlalu tak peduli melihatku. Aku ngerti mungkin ia kesal melihat kelakuanku yang gila ini.

Aku ingkar janji pada ibunya. Biarlah apaun yang terjadi aku harus siap! Di kata orang gila ataupun apa sama keluarganya aku tetap berusaha.

Lama waktu berselang akhirnya bidadariku muncul juga dari peradabanya.(he..he sorry) Dengan wajah jutek ia mendekatiku.
“Ngapain kamu kesini?”  Tanyanya sinis
“Sayang aku Cuma mau jelas maslah kemarin.”
“Kamu bego atau dongo..udah jelas gak perlu ada yang diomongin lagi.Kita putus ok!”

Aku genggam tangan lembutnya.
“Sayang…flease kamu kenapa? Mendadak seperti itu?”
“Sudah cepat kamu pulang.”

Aku coba tatap matanya dengan jurus cinta seperti di film korea.
“Baiklah aku tahu aku brengsek! Aku anak kecil,Miskin ,jelek tidak punya mas depan yang jelas. Aku sudah curiga dari perubahanmu tingga minggu ini. Kamu selalu smsan terus entanh dengan siapa aku tidak pernah tau! Sering ada telpon masuk aku tidak pernah tau! Sipatmu menymbutku jelas berubah. Gak ada pelukan hangat yang romantis. Aku sudah merasakan ada yang lain dihatimu. Aku akan terima keputusanmu. Tapi asal kamu tahu aku serius sama kamu!” jelasku dengan wajah menghawatirkan.Layaknya seorang pengemis yang berharap ada uluran tangan dari dermawan.
“Sudah sekarang kamu pergi kita memang bukan jodoh!” jelasnya sadis
“Entengnya kamu ngomong begitu,apa kamu gak berfikir melupakanmu itu sulit.”
“Sudah cukup perg kmu ari sini!” usirnya keras dan berlalu pergi meninggalkanku.Ia berjalan menghimpiri ibunya yang sedang kumpul dengan dua tetangganya.

Aku terdiam membisu. Dan angin malam menampar-nampar wajahku membangunkan kesemangatanku untuk terus mengejarnya. Tak cukup sampai disitu perjuanganku kulanjutkan mengejar dia yang berkerumun diantara ibu dan kedua tetangganya. Ini mungkin hal tergila yang pernah aku lakukan. Otaku sudah saraf gak punya malu gak sopan atau yang lainya. Pokoknya ini perjuangan….ini perjuangan!.
“Ngapain kamu kesini lagi?” tanyanya jutek

Mereka menatapku.Dan dari tatapan mereka aku melihat pengucilan terhadap diriku.
“Sayang…kita bisa bicarakan ini baik-baik.” Rayuku mengemis
“Apa lagi!? Kamu tuli? Sudah jelas aku gak mau lagi! Sekarang kamu pergi!” usirnya semaikin sadis.

Aku tatap matanya dan dengan perlahan ku genggam tanganya yang lembut namun mulai kasar menghardik tanganku.
“Sudah lah singgih…kamu jangan kaya gitu.” Sambung ibunya mengikuti.
“Saya perlu kejelasan bu.”
“Kejelasan apa lagi? Sudah jelas.” Katanya meninggalkan kami dan di ikuti keua tetangganya.

Aku meraskan kejadian ini cemoohan batinku.
“ Ayo Upi kamu pulang kerumah!”  tambah ibunya yang sudah mulai berubah.

Wanita manis itu berontak. Aku usahakan dengan sekuat tenangga untuk menahanya agar tak meninggalkanku. Ia semakin berontak mendorongku berlari dan berteriak. Ia ketakutan masuk kerumah tetangga dan pengejaranku di halangi ibunya dan kedua tetangganya.

Aku tak berdaya tak bisa berbuat apa-apa cintaku berlalu dan membuatku gila. Aku bergetar seperti orang kesurupan tak tahu malu.

Ku genggam tangan ibunya itu lalu kusudjudkan di saksikan kedua tetangganya dengan lantang dan isak tangis ku unggkap kan semua yang ada saat itu di hatiku.
“Ibu maapkan saya selama ini saya mengganggu ketenangan Upi dan keluargga ibu,saya telah bikin malu keluargga ibu.Dan perlu ibu ketahui saya hanya memperjuangkan kesseriusan cinta saya pada anak ibu. Tapi nampaknya sampai disini hubunganku denganya. Semoga anak ibu dapat yang jauh lebih baik dari pada saya yang serba kekurangan. Biarlah usaha saya selama ini hanya jadi tertawaan anak ibu karena selamanya mungkin saya tak akan pernah bisa buktukan dan bahagiakan anak ibu..sekali lagi terima kasih dan saya akan berusaha melupakan semuanya.” Jelasku panjang dan isak tangis yang rasanya berat tersendat-sendat. Aku benar-benar tak menyangka wanita yang akan kupinang dan kuperjuangkan mati-matian ternyata hanya mempermainkan aku. Sakit jiwaku kutancap gasa sekencang mungkin dan kutendang seisi rumah. Lampu kamar kumatikan dan aku terpojok dikegelapan seperti tak berdaya dengan tangis yang semaikn sesak. Dalam kegelapan rasanya aku semakin kerdil tak ingin ada harapan lagi untuk denganya.Jantungku berdaetak tak karuan kepalaku berat rasanya seerti dhinggapi beban satu ton. Tubuhku menggigil takkaruan ingin rasanya mati bunh diri.Tapi aku masih sadar perihnya cinta ini hanya sementara.Lama sampai larut malam kegelisahanku seakin tak terkalahkan rasa sakit ini memang parah. Goresaya terus membuat luka dihatiku mengalir. Aku sudah tak berani lagi beranjak tubuhku lemas. Beruntung hpku berbunyi ternyata kawanku Yogi dari Kalimantan menlponku dia merasakan apa yang aku rasakan. Dia tahu saat ini posisiku dia memberiku semangat untuk kuat dan secepatnya melupakan wanita itu. Tapi aku sunggu tak bisa melupakaya.

Hari demi hari, aku masih terpuruk dengan kejadian itu. Kejadian yang sampai saat ini belum bisa aku terima dengan sepenuh hati. Sekali lagi aku tak percaya! Tapi inilah cinta, dalam hitungan detik biasa datang dan hilang. Setiap Malam sebelum aku tidur senyumnya selalu membayangiku dan membuat aku menangis. (cengeng) Pagi setelah aku bangun tidur ternyata senyum pembawa luka itu membuatku lemas dan menangis lagi. Rasanya aku benar-benar kehilangan separuh jiwaku. Ya tuhan sampai kapan aku seperti ini? Aku tidak tahu….
aku tidak tahu…..sampai Semuanya berlalu dengan waktu yang berjalan. Bidadarikku terimakasih kau telah goreskan luka di hatiku dan ini semua adalah api yang berkobar untuk kekuatan jiwaku.

Malam ini aku sendiri ditemani sepi, dan sebatang keretek  menenagkanku. Lalu terdengar alunan klasik dari Keny G Forever in love melantun lembut di kehenigan malam. Seberkas fikiranku tenang dan lirih terucap dariku.
“Semoga kau bahagia….dan suatu hari, kau pasti merindukanku……”
 
PACAR GUE DALAM MIMPI
Cerpen Anggi (Ni Luh Putu Anggreni)

Mimpi??? Itu hal yang sudah tidak asing lagi buat kita, dari mimpi tersebut terkadang kita mendapatkan sebuah pertanda baik maupun buruk. Tapi tidak jarang juga orang-orang mengganggap mimpi itu hanya bunga tidur. So mari kita baca cerpen menarik ini, tentang MIMPI dan CINTA SEJATI.

“hey mon,, lu udah denger kabar tentang si Rehan?? Katanya dia sekarang pacaran sama adik kelas kita. Lx ga salah namanya Sintha” selidik Nina kepada Mona yang dari tadi terlihat asik memainkan Gitarnya.
“ga penting,” jawab Mona singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari buku kunci yang dari tadi di pelajarinya
“hheeeellllooooo,,,,, lu kan fans beratnya si Rehan jadi lu mestinya tahu dunk apa berita terupdate dari Rehan?”
“ itu dulu nin, sekarang w udah kaga peduli dengan gelagat sok playboy tu orang, lagian lx di pikir-pikir masih banyak cowok yang lebih ganteng dari dia,, contohnya seperti Richie Five Minutes,, hahahahhahaha” mona menggelitik Nina yang dari tadi terlihat sok serius.
“monaa….. geliiii….. hahahhahaha,,,,   eh lu udah dapat obat buat nyembuhin insomnia lu  itu?? Lx dibiarin gitu aja nanti lu malah nambah gendut nih, hahaha” ledek mona sambil megang pipi mona yang tambah cubby.
“belum nin,, iya sih bener kata lu, w tadi baca di internet kalau terlalu banyak begadang kita bakal mudah gendut, tapi ya sudahlah jalani ajah, toh dari dulu juga w tetep aja masih kayak gini cubby.”

Mona merebahkan tubuhnya di tempat tidur kesayangannya. Tanpa disadari malah tertidur pulas. Nina yang melihatnya langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.

Entah kenapa semenjak Mona menginjak usia remaja, Penyakit Insomnia tersebut datang begitu saja. Padahal  sebelum Mona tumbuh remaja dia terbiasa untuk tidur dibawah jam 10 malam. Orang tua mona sudah melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan penyakit anaknya tersebut, namun belum satu pun usaha mereka berhasil. Malah tidak ada hasilnya sama sekali. Berbagai terapi dijalani Mona untuk menyembuhkan penyakit tersebut, namun hasilnya tetap Nol.  Sekarang Mona sudah tidak peduli dengan penyakitnya tersebut. Dia sudah terbiasa dengan penyakit yang dia derita sejak 3 tahun lalu.

Malam ini seperti biasa Mona pergi ke taman buat menikmatti angin malam yang sudah menjadi makanan nya setiap hari. Kali ini dia tidak sendirian tapi dia  di temani oleh sahabat setianya Gitar Tua. Hehehhee
“jenuh juga kalau tiap malam harus kayak gini.” Kata mona pelan sambil memetik senar gitarnya.

sejenak hatiku perih melihat kamu sesaat bibirku tak mampu tuk berucap akankah terjadi semua yang ku pikirkan jiwaku tlah larut dalam kesedihan

ku tak sanggup menjalani ku tak sanggup semua ini
maafkanlah hati ini ku hanya ingin kau tahu ku tak bisa jauh darimu, ku mohon maafkan aku
sempatku berpikir kau bukanlah untukku dan kini ku tahu hanyalah khayalan
ku tak sanggup  menjalani ku tak sanggup
“lagunya Gecko ya???” terdengar suara cowok dari belakang Mona
“iya,,” sahut mona tanpa peduli siapa cowok yang dari tadi ternyata mendengarnya bernyanyi. Mona beranjak dari tempat duduknya , tanpa menoleh siapa cowok yang tadi menyapanya, Mona langsung pergi meninggalkan taman yang mulai sepi. Yaiyalah sepi, secara udah jam dua pagi.
 ***

“mona… sudah pagi,, ayo cepat bangun, ntar kamu kesiangan lho ke kampusnya,,” seperti biasa mama Mona membangunkan anaknya yang masih terlelap tidur. Sebenarnya baru tertidur 1 jam lalu.
“iya ma... “  mona terbangun dari tidur manisnya. Duduk disamping mamanya yang  terlihat kasian melihat anaknya itu.
“ kamu pindah kuliah saja ya sayang?? Kuliahnya malam. Jujur mama kasian ngeliat kamu kayak gini terus,” bujukan mama Mona yang selalu di katakanya tiap Mona baru bangun tidur.
“ngga mau mah, aku udah betah kuliah di tempat yang sekarang. Lagian aku ngga knapa-napa kox lx harus kekurangan waktu tidur.” Sahut mona, sambil beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.

Hari ini Mona menjalani rutinitas menuntut ilmu di sebuah Universitas Negeri di Bali. Mona mengambil jurusan Ekonomi. Di kampus itu Mona memiliki seorang idola bernama Rehan, tapi sekarang udah ga lagi, soalnya si Rehan bukan cowok baik-baik alis playboy cap Teri. HehheSelain itu Mona juga merupakan anggota dari perkumpulan fans five minutes band. Kalau ga salah namanya “FIVERS”. Ya emang fivers ,,, hehhe.
“hey mona…..makin cubby aja nie,,, hahhaha” goda temen cowok mona yang terkadang emang usil dengan Mona.
“iiicccchhhhh … makasi banget… gw emang cubby,, knapa?? Lu suka sama gw??” Tanya Mona Balik. Mereka yang dari tadi godain mona langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan memetikan Mona.
“dasar cowok jail,, belum pernah gue lempar nie mulutnnya make sepatu gw.” Gerutu Mona.
***

“akhirnya w sekarang dapet waktu buat istirahat” Mona merebahkan badannya di tempat tidurnya. Ga berapa lama langsung tertidur pulas. Maklum siang itu waktunya Mona buat melepas rasa lelahnya.
“gw dimana nih??” Mona heran mendapati dirinya berada di tempat yang tidak di kenalnya.  Dunia yang terlihat dimata mona sekarang, bukan dunia yang biasanya dia lihat. Saking herannya Mona berkeliling buat melihat-lihat dunia yang ada dihadapannya. Buuggghhh…. Uupppsss mona menabrak seseorang.
“sorry, w kaga sengaja.”  Sepasang tangan terulur kehadapan Mona yang terjatuh.
“it’s ok,, w  yang harusnya minta maaf, w tadi kaga merhatiin jalan” sahut mona dan menyambut kedua tangan cowok itu.
“sepertinya lu lagi kebingungan, mau kemana?” selidik cowok tampan yang di tabrak Mona tadi.
“iya nih, w ga tahu kenapa w sampai ada disini. W ga kenal sama tempat ini. “ sahut Mona
“gimana bisa lu ga tahu tempat ini??” “ntahlah”
“lupa, kenalin nama w Erick” sambil mengulurkan tangan kanannya.
“w mona,,” sambut Mona.

MMMMOOOONNNAAAAA….. Mona terbangun dari tidurnya,
“aahhh,,, ternyata hanya mimpi. Padahal kan gue udah ngarep banget bisa kenalan ma tu cowok. Gara—gara lu nih Nin,”  gerutu Mona
“hayyoooo…. Lu mimpi apaan???  Jangan-jangan???” selidik Nina
“jangan-jangan apa??? Jangan mikir macem-macem deh,, w tadi mimpi ketemu sama cowok cakep, namanya Erick. Sumpah deh Nin…. ganteng, Perfect deh pokoknya” sahut Mona sambil senyum-senyum ga jelas.
“iihhh Cuma mimpi jugaan,,, ampe segitunya lu,,, hahahaha” ledek Nina
“buat w bukan Mimpi” Teriak mona di telinga nina.

Malam ini mona seperti biasa mengisi sebuah acara di cafĂ© (sweety cafĂ©) yang kebetulan berada di dekat rumah mona, kalau malam minggu seperti ini biasanya cafĂ© itu penuh dengan pasangan-pasangan muda yang datang buat kencan. Tidak jarang juga mereka suka ngerequest lagu dari mona. Yaaahhh… udah setahun ini mona tiap minggunya ngisi di cafĂ© itu, jadi sebagian pengunjung sudah kenal dengan mona. Siapa lagi kalau bukan putri cantik bersuara merdu.
“mona, w request lagu dunk,, buat pacar gue,” terdengar suara dari meja nomer 3. Mona mengiyakan permintaan orang itu dengan mengangkat jempolnya.
an empty street
an empty house
a hole inside my heart
im all alone
the rooms are getting smaller

i wonder how
i wonder why
i wonder where they are

the days we had
the songs we sang together
(oh yeah)
and, oh, my love
im holding on forever

reaching for a love that seems so far...
so i say a little prayer
and hope my dreams will take me there
where the skies are blue
To see you once again
My love
Overseas from coast to coast

Suara riuh tepuk tangan mengakhiri nyanyian mona,, senyum manis terukir dari bibir mona. Tanpa diduga seorang pengunjung memberi mona setangkai bunga mawar putih. Membuat suasana semakin riuh oleh suara para pengunjung yang terpesona melihat penampilan mona malam itu.
“ hey,, lu berbakat juga ya??? Suara lu itu lho, mampu menghipnotis para pengunjung. Cara lu main gitar juga oke.” Celoteh Seorang pemuda ketika menghampiri mona yang sedang asik memainkan BB kesayangannya.
“thankz,,” jawab mona singkat.
“kok  jutek gitu sih??? Gue kan pengen kenal lu, ga boleh kah??”
“boleh, tapi kan lu udah tw kalo nama gue mona” jawaban mematikan terlontar lagi dari mulut mona. Seketika pemuda yang dari tadi ngebet pengen kenalan sama mona jadi tertawa terpingkal-pingkal.
“heeeyyyy,,, lu kira gue ngelawak?? Udah ah, gue ga ada waktu buat ngelawak” mona mulai kesal melihat tingkah pemuda itu.
“sorry, gue Cuma geli aja tadi, bener juga yang lu bilang gue kan udah tahu siapa lu. Hahahha. Oh ya kenalin nama gue Rendy.”
“oh ya kenapa lu ngga jadi penyanyi aja?? Rekaman gitu maksud gue.” Tanya Rendy
“ gue ngga mau jadi artis, belum jadi artis aja gue udah banyak penggemarnya, apalagi jadi artis. Bisa-bisa gue overdosis penggemar. Hehehhehe”  canda mona.
“ahh lu bisa aja, hehehhe”

Mereka berdua mulai terlihat akrab. Suara tawa sesekali menyelingi pembicaraan mereka. Kalau masalah nyari temen baru mona emang jagonya. Apalagi buat nyari gebetan, tinggal lirik aja mona sudah mampu  menaklukan hati para pria. Tapi sampai sekarang belum pernah sekalipun mona merasakan apa itu pacaran atau masih bisa di bilang jomblo sejati. Terkadang mona juga sering merasa sepi, pengen ngerasain di perhatiin oleh seseorang yang memang bener-bener mengerti apa yang mona rasain. Ya selain mamanya mona.
***

Waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi. Mona masih asik mendengarkan music kesukaannya. Maklumlah kalau jam segini mona belum merasakan yang namanya penyakit “NGANTUK”. (Hheeyyyy…. Ternyata gue salah.) Hoooaaammmmm …. Ga seperti biasanya mona jam segini udah ngerasa ngantuk. “eh gila,, gue jam segini udah ngantuk??” mona kaget waktu melihat jam dinding micky mousenya masih jam 3 pagi. berseling beberapa menit mona mulai masuk kedalam mimpinya.

Buugghhhh… Mona terjatuh ke dalam dunia mimpi yang kemarin siang dia alami. Tempatnya sama persis , ga ada bedanya. Terlihat sesosok pria sedang duduk di kursi taman berwarna putih itu. Yaahhh sosok pria yang kemarin mona ajak kenalan.
“eh,, akhirnya lu datang juga mon,, gue udah nungguin lu dari tadi disini.” Ucap erik ketika melihat mona berjalan mendekatinya.
“ kenapa lu bisa tahu kalau gue bakalan datang kesini lagi? Ini kan Cuma mimpi rik.” Mona bingung dengan semua yang dia alami. Semuanya seolah sudah direncanakan. Tapi mana mungkin di rencanakan??? Ini hanya sebuah mimpi. Hal yang tidak bisa direncanakan begitu saja.
“ mimpi bagaimana mon?? ini bukan mimpi.” Jawab erik meyakinkan mona kalau yang dia alami bukan mimpi. Tapi nyata.
“ini mimpi. Kalau ini dunia nyata, kenapa gue bisa tiba-tiba berada disini? Sedangkan gue aja belum pernah tahu nama tempat ini apa dan dimana.” Teriak mona tidak setuju dengan hal yang erik katakan.
“ gue ga pernah bilang ini tempat nyata. Nama tempat ini taman soulmate. Lu hanya bisa ke tempat ini kalau lu sudah waktunya buat ketemu soulmate lu. Nah, sekarang lu udah ketemu sama orang yang bakal jadi soulmate lu mon,, gue. ERIK” jawab erik dengan percaya diri.
“ hahahha,,, sumpah lu lucu banget sih,, mana ada tempat yang namanya taman shoulmate.”
“kalau lu ga percaya, lu bisa baca tu papan di depan.” erik menunjukan papan nama yang menunjukan nama taman itu. Iya memang benar nama taman itu taman soulmate. Mona yang melihatnya langsung kaget setengah mati. Ga mungkin dia harus bertemu dengan soulmatenya dengan cara yang seperti ini.
“kalau memang benar lu soulmate gue, gue pengen tahu asal lu dari mana??” mona tersenyum manis kepada erik.
“ ok, gue dari…”

Belum sempet mona mendengar jawaban dari erik tapi dia harus terbangun lagi dari mimpinya itu. Ternyata matahari sudah menampakan dirinya (sudah pagi).
“sumpah, gue makin penasaran aja sama ni mimpi. Makin aneh. Jadi ga sabar buat tidur lagi nieh.” Gerutu mona sambil merapikan tempat tidurnya.
“pagi-pagi kok sudah menggrutu sayang??? Ada apa?” ternyata dari tadi mamah mona sudah berada di pintu ngeliat mona yang menggrutu.
“eh mamah,, engga kox mah,, Cuma mimpi aja, tapi mimpi q aneh banget mah, maza aq ketemu cowok yang super aneh”
“yang bener? Emang mimpinya seperti apa sayang?” mamah mona memang paling antusias kalau mendengarkan  anaknya curhat. Apalagi masalah cinta. Mmmm,,,, maklum lah anaknya ini belum pernah curhat masalah cinta, hehehhe.
“gini mah, aq tiba-tiba ada di tempat yang aneh banget. Katanya sih nama tempatnya “TAMAN SOUMATE””.
“kata siapa??” selidik mamah
“kata cowok yang ada dalam mimpi aku mah,”
“hehehhe,, ada-ada saja qm ini, yaudah jangan terlalu dipikirin. Itu kan Cuma mimpi. Cepet mandi gih ntar qm kesiangan lho berangkat kuliahnya. Eh tunggu dulu, sejak kapan qm bisa tidur lebih awal kayak tadi?” mamah mona heran melihat anaknya yang sudah tertidur jam 3 pagi. biasanya paling awal jam 5 pagi. kemajuan yang dramatis. Senyum tipis muncul dari bibir sang mamah.
“kebetulan mah” jawab mona singkat sambil menuju kamar mandi.
***

Ga nyangka pagi ini mona bener-bener harus kesiangan sampai di kampus.  Alhasil dia harus ketinggalan 1 pelajaran.  Sekali seumur hidup mona harus menanggung malu karena terlambat masuk kelas. Bagai di hantam badai pasir, di telan cicak, di jilatin cacing, hehhehe (mulai lebey).
“eh mon, ada angin apa lu jam segini baru nyampe kampus??” nina mengintrograsi mona yang baru saja duduk di kursi tempat dia menimba ilmu
“hhmmm, gue bangun kesiangan nin, gara-gara keenakan mimpi sih,” jawab mona simple.
“mimpi?? Emang lu mimpi apaan? Ampe keenakan kayak gitu, hahaha” nina tertawa kecil mendengar jawaban mona.
“ketemu soulmate”  tersentak nina kaget mendengar jawaban mona. Seumur-umur mona ini belum pernah mengatakan tentang hal yang berbau cinta. Yahh,,, palingan Cuma  musik, music, dan music, secara musisi jalanan.(hahahha)
“hey,, tampang lu itu lho nin, kenapa? Lu kaget?” mona ngerasa temennya ini seperti tersamber petir ketika mendengar jawaban mona yang mengundang aksi dan proaksi. Hehehe
“aahhh lu mon, tumben banget gue ngedengar lu ngomong soulmate. Jangankan soulmate, gebetan aja lu kaga pernah ngomong ke gue. Eehh sekalinya ngomong malah langsung soulmate. Sumpah deh gue kaget.” Gerutu nina
“ so?? Gue mesti salto?? Hahhaha” mona malah ngeledekin temennya yang masih terlihat kaget mendengar critanya itu.
***

Suasana di taman sore ini terlihat agak lengang. Tidak seperti biasanya taman ini ramai dengan masyarakat yang sekedar datang buat melakukan aktivitas seperti jogging, piknik dan menikmati kesejukan udara yang masih terjaga di taman itu. Ga salah mona paling betah bermalaman di taman ini selama 3 tahun.  Tapi kali ini mona datang ke taman ini bukan untuk bermalaman tapi untuk mencari tahu apakah yang ada di dalam mimpinya itu mirip dengan yang ada di taman ini. Sambil mencari-cari sesuatu yang dia cari, mona sesekali menyebut nama taman dalam mimpinya.
“taman soulmate” kata mona berkali-kali.

Tanpa sengaja kaki mona menginjak sesuatu. “bunga” kata mona singkat.
“hey,, ini kan bunga yang ada di taman soulmate, kenapa bisa ada di taman ini?” mona kebingungan melihat bunga cantik yang barusan dia pungut. Bunga itu dia lihat di taman soulmate. Dan yang paling aneh pohon dari bunga itu tidak ada di taman ini. Walaupun mona masih kebingungan dengan semuanya, tapi mona tetap melanjutkan langkah kakinya ke sebuah kursi taman yang selama ini menjadi pendengar setianya kala mona bernyanyi dan memainkan gitarnya setiap malam. Mona terduduk bisu melihat keadaan di sekitar taman itu.
“ngga ada yang sama dengan taman yang sering muncul didalam mimpi gue” batin mona.

Sejuknya udara di taman tersebut senantiasa membuat mona menjadi kantuk, yah tanpa sengaja mona tertidur lelap di kursi taman itu. Dan apa yang terjadi? Buugghhh… dan lagi mona terjatuh kedalam dunia mimpi yang sudah 2 kali muncul di mimpinya
“kenapa setiap nyampe taman ini gue mesti dalam keadaan terjatuh” gerutu mona ketika mendapati dirinya jatuh tersungkur di  bawah pohon rindang yang ada di taman. Mona berusaha bangun dan menuju ke kursi taman berwarna putih yang ada di depan pandangannya.
“sini gue bantu” terulur tangan kehadapan mona yang kala itu berusaha bangun, dengan senang hati mona menerima uluran tangan itu.
“thankz ya,,” ucap mona
“u’re welcome” ucap pria yang membantu mona. Mona memperhatikan wajah orang yang menolongnya tadi.
“eh lu lagi?? Knapa lu slalu ada disini rik?” Tanya mona dengan wajah kaget.
“ga usah kaget gitu donk mon, gue kan udah pernah bilang. Hanya orang yang sudah waktunya buat betemu dengan soulmatenya yang bisa datang ke taman soulmate ini. Jadi intinya seperti ini. Kalau lu tertidur pulas dan sampai jatuh lagi ke taman ini, berarti gue juga ngalamin hal yang sama dengan lu. Kan kita soulmate”. Jawab erik
“jadi lu ngga tinggal disini?” jawab mona masih ragu dengan penjelasan erik.
“ kaga, gue dari dunia nyata lah mon. hehehe”
“ lu anak mana?” Tanya mona lagi. Kali ini bukan karena mona terbangun dari tidurnya yang membuat mona gagal buat mengetahui asal-muasal dari pemuda ganteng yang ada di hadapannya. Tapi malah erik yang tiba-tiba menghilang dari pandangan mona.
“non, bangun non,,” terdengar sayup-sayup suara seseorang. Mona akhirnya terbangun dari tidurnya.
“eh,, maaf bu, saya tertidur disini” mona ngerasa ga enak sama ibu-ibu yang membangunkannya itu. Gimana ga malu. Masa sore-sore gini ada seorang gadis tertidur di kursi taman. Bisa-bisa kalau ibu itu jail, dia bakal masukin foto-foto mona yang lag tertidur pulas ke media massa. Dengan tuduhan, ada seorang anak hilang tertidur di taman. Ga banget kan???
“kamu kalau pulang kuliah langsung kerumah dong. Masa singgah ke taman ini dulu?? Sampai tertidur pulas kayak tadi. Emang kamu ngga takut ada preman iseng gangguin kamu pas tidur??” mampus deh mona malah di nasehati sama wejangan-wejangan bermanfaat dari ibu itu.
“ iya bu, saya pulang sekarang. Terimakasih ya buk udah bangunin saya tadi. “ mona tersenyum manis kepada ibu itu dan bergegas pergi meninggalkannya. Sebenarnya itu jurus mona buat menghindar dari ceramah ibu-ibu itu. Hahaha dasar mona.

lanjutan..... >>>
***

Mona senyum-senyum sendirian didalam kamarnya ketika mengingat kejadian yang dia alami tadi siang.
“buseett dah,,, hari ini gue harus diomelin seorang ibu-ibu yang ngga  gue kenal” gerutu mona. Tapi dia malah senyum-senyum lagi.
“haaayyooooo”  mona kaget mendengar suara yang tiba-tiba membuat gendang telinganya seakan-akan mengalami guncangan hebat.
“ iiiihhhh kak vino,,, kalau mau masuk kamar gue ketok pintu dulu donk! Kaget tahu…” mona menjewer telinga kakaknya. Kebiasaan banget deh si mona dari kecil suka banget jewer telinga kakaknya ini. Vino itu nama kakak mona, umurnya Cuma beda 1 tahun dengan mona. Jadi ngga jarang orang-orang ngira kalau mereka itu kembar. Wajah mereka mirip banget. Tapi yang membedakan itu, mona it’s cewek dan Vino it’s cowok.
“eh,, tadi gue ngeliat lu senyum-senyum. Lu masih waras kan? jangan sampai deh gue punya adik ngga waras. Amit-amit” vino mengetuk-ngetukan jari tangannya ke lutut.
“ lu kalo ngomong nusuk banget sih,,” mona cemberut
“bukan nusuk mon, tapi nyate, hehhehe” buugghhhh, mona memukul pelan lengan kakaknya yang terkadang jail dengan mona. Maklum kalau lagi ga ada kegiatan pasti mona yang dijadikan bahan ledekan. Kakak durhaka. Hehehe
“kak, lu percaya sama yang namanya soulmate??” mona menatap serius kakaknya yang dari tadi hanya terlihat tertawa.
“adik gue tersayang ,, kok tiba-tiba ngomongin tentang soulmate? Haayyooo lu lagi jatuh cinta ya?” selidik  vino curiga terhadap mona
“emang salah ya kalau gue ngomongin tentang soulmate. Gue kan udah besar abang….” Gerutu mona
“yaahh, emang gue ada ngatain lu masih kecil? Gue tadi nanya , lu lagi jatuh cinta ya?”
“bukan jatuh cinta bang, tapi mimpi” jawab mona singkat
“trus apa hubungannya dengan soulmate??”
“karna di dalam mimpi gue ketemu sama soulmate gue. Iihhhh knapa malah ngalihin pembicaraan sih? Gue kan nanya lu percaya ngga sama yang namanya soulmate??”
“percaya ga percaya juga sih. Tergantung setiap orang nya aja, kalo orang itu percaya dengan soulmate. Pasti dia bertemu dengan soulmatenya. Tapi  gue sjauh  ini belum pernah ngerasa bertemu dengan sosok yang bisa dikatakan soulmate.” Jawab Vino panjang lebar. Mona hanya mengganggukan kepalanya ketika mendengar jawaban abangnya itu.
“gue udah 3 kali mimpi aneh, gue mimpi ada di suatu taman, disana gue ketemu sama sosok cowok ganteng bang, namanya Erik. Dia bilang kalau gue sama dia itu soulmate. Menurut lu gmana bang?
“buussseeetttt, sejak kapan lu manggil kakak lu yang paling ganteng ini dengan sebutan abang? Lu piker gue abang bakso?? Risih gue… hhhmmmm gue nanggepin cerita lu dulu deh, kalau mimpi yang berkali-kali di alamin itu terkadang bakalan jadi sebuah pertanda. Mungkin ngga lama lagi lu bakal ketemu sama jodoh lu, “
“biarin aja gue manggil abang, lagian lebih enak di denger. Oh ya bang makasi banget ya udah mau nanggepin crita-cerita gue. “
“lu yang enak. Gue yang ngga enak. Masama mona adik gue yang paling cubby sedunia” Vino langsung ngacir keluar kamar mona.
“moonnn,, gue punya temen namanya Erik. Jangan-jangan dia lagi…:” teriak Vino dari ruang tamu. Tapi mona ngga denger teriakan Vino. Secara telinganya udah di tutupi hearphone.
***

Suasana malam ini begitu dingin, ngga seperti biasanya mona mengurungkan niatnya buat pergi ke taman. Dia hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar sambil mempelajari kunci gitar lagu terbaru five minutes yang judulnya Aku dan Kamu. Jari-jarinya yang sudah terbiasa memetik senar gitar itu dengan cepat memahami dimana seharusnya posisi mereka kala mona bernyanyi satu lagu ke lagu yang lainnya. Ngga kurang 30 menit mona sudah hafal kunci-kunci yang seharusnya digunakan untuk mengiringi lagu Aku dan Kamu. Maklumlah,,, musisi handal. Hehehe.
“kapan ya Five Minutes manggung di Bali lagi???” ucap mona tiba-tiba sambil memandangi foto-foto five minutes yang tertempel rapi di dinding kamarnya. Mona berdiri dan mendekati foto-foto itu.
“sudah lama kita kaga bertemu ya?? Terakhir bertemu waktu akang-akang manggung di lapangan Lumintang.” Mona mengingat moment waktu dia nonton acara music tersebut. Sungguh berkesan. Mulai dari terjebak macet selama 3 jam di jalan sampai nyasar ke perumahan warga yang sama sekali mona tidak ketahui. Semua itu  gara-gara tanda lampu sorot yang dia lihat di langit. Tapi akhirnya mona tetap berhasil menemukan tempat dimana five minutes manggung. Berkat seorang cowok yang mona liat di jalan, penampilan tu cowok punk banget , jadi mona kepikiran kalau dia bakal nonton konser music. Mona paling suka datang ke tempat dimana band-band yang sudah terkenal manggung. Karena dari sana mona bisa mengamati bagaimana sebenarnya cara bermain gitar yang benar.
“masih jam 12 malam,,” ucap mona ketika memperhatikan jam micky mouse yang ada tepat di atas foto-foto yang dari tadi dia amati. Biasanya jam segini mona masih bernyanyi ria di taman. Tapi ntah knapa malam ini mona males pergi ke taman. Mona pengen cepat terlelap dan bertemu dengan orang yang selalu hadir didalam mimpinya akhir-akhir ini.

Mona mulai ngerasa kantuk, segera dia berlari kecil ke tempat tidurnya. Mengambil posisi tidur cantik. Dan ngga berapa lama mona pun terlelap dalam tidurnya.  mona mulai masuk ke dalam mimpinya. Buugghhh,,, kebiasaan setiap memasuki taman soulmate, mona terjatuh dan tersungkur di bawah pohon yang rindang itu. dia udah sadar kalau dirinya sudah berada di dalam taman soulmate. Buru-buru mona berdiri dan duduk di kursi taman yang berwarna putih. Tempat dimana dia selalu bertemu dengan sosok pria yang mengaku sebagai soulmate mona. Tapi anehnya sosok yang mona tunggu-tunggu ngga kunjung datang.
“kenapa gue berharap bertemu dengan dia lagi? Ini kan Cuma mimpi, mana mungkin gue bisa ngatur segala sesuatu dengan keinginan gue ini” keluh mona sesaat dia mulai tersadar bahwa betapa bodoh dirinya yang begitu saja mulai terbuai dengan mimpi yang belum pasti jadi kenyataan. Mona merebahkan kepalanya, “iihhhh anginnya kenapa tiba-tiba jadi aneh gini?” mona kesal dengan hembusan angin yang meniup rambutnya yang tergerai panjang.
“mona?” terdengar suara dari arah belakang mona.
“erik,, lu datang lagi??” mona masih belum percaya dengan apa yang dia lihat di depan matanya. Sosok yang dia tunggu dari tadi akhirnya datang juga. Dan menepis keraguan mona yang sejak tadi sudah mulai tumbuh. Mona mulai yakin kalau dirinya mampu mengatur mimpi yang dia mau.
“iya, tumben lu udah nongkrong disini? Biasanya gue yang nungguin lu datang. Tapi sekarang?” erik bingung melihat mona yang sudah duduk manis di kursi taman.
“gue juga bingung, biasanya gue belum bisa tidur kalau belum pagi.”
“tanda-tanda orang jatuh cinta.” Jawab erik dengan senyum manisnya.
“iihhhh, lu ngomong apaan? Emang apa hubungannya dengan tidur?”
“kalau orang yang lagi jatuh cinta tu pasti bakal berubah 100% . yah seperti lu ini mon,, dari insomnia sekarang malah jadi ratu tidur. Ampe ketiduran ditaman segala. Hahhaha” erik mulai ngegodain mona.
“dari mana lu tau gue ketiduran di taman??” selidik mona
“karna gue soulmate lu, jadi gue pasti tau apapun yang terjadi sama lu.” Jawab erik singkat. Mona terdiam mendengar kata-kata erik. Sesekali dia tersenyum manis melihat wajah cowok yang ada di depannya. Sumpah deh manis banget!!
“lu mau ga jadi cewek gue?” spontan mona kaget mendengar pertanyaan yang tidak pernah mona duga sebelumnya.
“lu gila? Masa gue pacaran dalam mimpi?” mona cemberut.
“  hheeyy,, harus berapa kali gue bilang ke lu kalau ini buka mimpi? Ini itu tempat dimana pasangan-pasangan dipertemukan” ucap erik untuk memastikan kalau mona masih mengingat kata-katanya yang dulu pernah di ucapkannya.
“iya gue inget.” Mona mengganggukan kepalanya sambil tersenyum manis.
“berarti kita pacaran ya??” Tanya erik memastikan
“iya. Tapi gue pengen tau. Lu tinggalnya dimana?”
“gue ngga bakalan mau ngasi tahu lu, dimana gue tinggal. Begitu juga lu. Lu ga usah repot-repot buat memberi tau dimana tempat tinggal lu. Karna suatu saat kita bakal bertemu di dunia nyata, pertemuan yang tidak di latar belakangi oleh rencana. Tapi pertemuan yang secara kebetulan.” Mona hanya bisa menggangguk mendengarkan kata-kata erik. Secara resmi mereka sudah menjadi pasangan di dalam mimpi. Hal yang sulit di bayangkan oleh akal sehat kita. Dan mungkin hanya mona saja yang dapat mengalaminya.
***

Pagi-pagi mona sudah terbangun dari tidurnya. Tidak seperti biasanya, sekarang mona sudah siap buat berangkat ke kampus. Tapi jam buat ngampus masih 2 jam lagi. Mona berlari kecil ke dapur membantu mamanya yang lagi sibuk menyiapkan sarapan pagi mereka.
“mah, mona bantuin ya?”
“lho,, anak mamah kok tumben jam segini udah siap berangkat kuliah? Emang kamu jam kuliahnya lebih awal ya?” mama mona kaget ngeliat anaknya yang tiba-tiba ada di sampingnya dengan seragam kuliah lengkap.
“ tadi mona bangunnya tidurnya kepagian mah, jadi langsung aja siap-siap. Biar bisa bantuin mamah nyiapin sarapan juga.”jawab mona dengan penuh senyum.
“ kayaknya kamu lagi seneng banget, ada apa sayang? Hayoo.. ngga mau cerita ya sama mamah?” mamah mona bingung ngelihat anaknya pagi ini memasang wajah super cerianya. Tapi mona malah tambah senyum-senyum tanpa menjawab pertanyaan mamanya itu.
“yaahhh,, malah senyum-senyum. Ngga jadi deh kamu bantuin mamah kalau senyum-senyum gitu? Kamu ngga kesambet setan taman yang dideket rumah kan sayang?” selidik mamah mona.
“hehhehe… mamah, aku tadi malem ketemu sama cowok cakep.” Jawab mona sambil memeluk mamahnya yang lagi sibuk memasak nasi goreng kesukaan mereka.
“ketemu dimana sayang? Di taman?”
“di dalam mimpi mah.” Sahut mona mantap.
“ yaa aampuunn mona,, Cuma mimpi kok sampe segitunya sih? Awas lho yang di dalam mimpi kamu itu ternyata genderuwo yang menyamar jadi cowok cakep.” Jawab mama mona , sekaligus menakut-nakuti anaknya.
“mamahh.. jangan nakut-nakutin gitu donk” cemberut mona,
“becanda sayang. Lagian kamu sih nanggepin mimpi sampe segitunya. Ngga baek lho?? Sekarang mama mauu nanya, tadi malem kamu tidur jam berapa?
“jam 12 malam ma.”

Mamah mona yang dari tadi asik mengaduk-aduk nasi gorengnya tersentak kaget. dan memeluk erat anaknya itu. “mona, kamu sudah sembuh?” Tanya mama mona
“berkat cowok yang ada di dalam mimpi mona mah.” Mama mona sangat senang melihat perubahan drastic anaknya. Sekarang anak gadis nya sudah sembuh dari penyakit insomnianya. Jadi mona ga bakalan kekurangan waktu tidur lagi. Selesai menyiapkan makanan mereka menikmati sarapan bersama-sama di ruang makan.
***

“aahhhh??? Lu ga gila kan mon? masa lu pacaran dalam mimpi?” nina kaget mendengar cerita mona tentang mimpinya tadi malam.
“ gue ngga gila. Gue masih waras. Emang salah ya kalau gue pacaran didalam mimpi?” jawab mona cuek.
“coba deh lu pikir pakai logika mon? mana ada orang yang pacaran dalam mimpi?”
“ada kok, buktinya gue pacaran dalam mimpi.” Jawab mona membela diri.
“ok, terserah lu aja. Yang jelas Gue udah ngingetin lu.” Gerutu nina. Kesel juga ngelihat mona yang percaya sama hal yang namanya mimpi. Padahal sudah kebukti kalau mimpi itu hanya bunga tidur yang sering menghiasi tidur kita.
***

“hey guys,,, gue dapat berita bagus nie” Dinda mendekati teman-temannya yang lagi asik ngerumpi di koridor kampus.
“berita apa din? Kalau bukan hot news kita ga mau dengar  ya.” Sahut gaby.
“di jamin hot news. Berita ini bakal jadi berita terheboh di kampus kita.” Jawab dinda mengacungkan jempolnya. Dinda itu wartawan kampus yang suka mengupdate gosip-gosip yang ada di kampusnya. Tiap harinya selalu ada gossip hangat yang berhembus di kampus itu. Mereka yang menjadi anggota wartawan kampus itu menyebut diri mereka sebagai “miss GOSIP”. Geng itu hanya beranggotakan cewek-cewek saja (kaum laki-laki dilarag bargabung).

Dinda membisikan sesuatu ketelinga teman-teman miss gossipnya. Ga berapa lama mereka mulai sibuk menyiapkan sesuatu buat mengupdate gossip yang pagi ini ketua mereka dapatkan. Mulai dari update status di FP mereka, di BB, dan bahkan mereka memasang print out gossip yang sudah mereka ketik dengan cantik. Tidak lupa diberita tersebut tertempel foto target yang digosipin. Dan kurang dari 1 jam pun semua print out gossip yang mereka buat sudah tertempel di papan pengumuman yang ada disetiap jurusan yang di kampus mereka.
“BERHASILLL… bakal jadi hot news nih buat beberapa  hari kedepan” teriak anggota miss gossip.
***

“ sudah liat gossip pagi ini ga?” ucap beberapa anak-anak yang memang sudah menjadi pelanggan tetap dari gossip yang di update miss gossip. Mona yang dari tadi duduk di taman kampus merasa dirinya di perhatikan mahasiswa maupun mahasiswi yang lewat di depannya.
“ada yang aneh dari gue?” teriak mona ke salah satu cewek yang dari tadi senyum-senyum ilfeel melihat mona. Tapi mereka malah pergi ninggalin mona tanpa menjawab ada apa sebenarnya.
“mon,,, lu ngapain masih betah duduk disini? Apa lu ga dengar gossip pagi ini?” ucap nina ngos-ngosan karna berlari dari papan pengumuman.
“emang ada gossip apaan? Kan lu udah tau kalau gue ngga terlalu suka sama gossipnya si miss gossip.” Ucap mona santai.
“tapi yang ini beda mon,” nina menarik tangan mona agar mona mau mengikutinya munuju papan pengumuman yang ada di gedung mereka. Mona yang dari tadi santai, seketika menjadi pucat pasi setelah melihat gossip apa yang ada di depan matanya.

Waaahhhh gila, jaman sekarang masih ada aja orang pacaran di dalam mimpi? Mona Deristya mahasiswi semester 3 fakultas Ekonomi. Mengaku pacaran dengan seorang cowok yang ada di dalam mimpinya. Sungguh ngga masuk logika deh, nie cewek stres kali ye?? Secara sepanjang catatan miss gossip, MONA DERISTYA belum pernah sekalipun mempunyai hubungan khusus dengan cowok. Apakah dia sudah tidak waras karena tidak ada yang mau jadi pacarnya? Sehingga dia memilih buat pacaran dengan cowok yang ada di dalam mimpinya?? Kita tunggu kelanjutannya!!!  (lengkap dengan foto mona yang lagi asik bercerita tadi pagi bersama nina)
“ada yang nguping pembicaraan kita tadi pagi mon” ucap nina. Namun mona masih shock melihat apa yang ada di depannya itu. Secepat kilat mona merobek kertas gossip yang berani-beraninya membuka semua rahasia mona.
“percuma aja lu ngerobek kertas itu. Gossip lu sudah tersebar dimana-mana. Gue dan anggota gue sudah update di FP, BB dan yang harus kamu tahu. Kita sudah menempel semua print out itu di papan pengumuman di semua fakultas yang ada di kampus ini.” Ucap Dinda yang ternyata dari tadi ada di belakang mona dan nina. Senyum puas terukir di bibirnya.
“ehh lu, apa maksud lu buat gossip murahan seperti itu? Apa lu punya masalah sama gue?” mona mulai kesal dengan perbuatan Dinda yang secara sengaja mempermalukan dirinya.
“lu lupa siapa gue? Gue ketua dari Miss Gosip. Tugas kita itu mengungkap segala hal yang belum jelas ataupun yang ditutupi. Dan gue ngga ada masalah sama lu. Ini hanya tuntutan kerja. Gue etua yang professional.” Ucap dinda bangga.

lanjutan>>>

Mona berlari menjauh dari muka sok cakep si ketua miss gossip.  Mona ngga bisa berbuat apa-apa semuanya sudah terlanjur terjadi, dan sekarang dia harus siap-siap menjadi bahan perbincangan di lingkungan kampusnya itu. Siap-siap juga buat memakai topeng super tebal biar ngga dikenali sama orang-orang.
“mon, lu baik-baik aja kan?” Tanya nina, berusaha mengetahui keadaan moa yang saat itu terlihat kurang baik.
“gue harus gimana nin? Sekarang  gue jadi bahan gunjingan anak-anak di kampus ini. Mungkin ngga lama lagi gue juga bakal di sangka cewek gila.” Ucap mona pelan, sorot matanya tidak seceria tadi pagi lagi. Keadaan berubah begitu cepat, seakan dunia sudah tidak berpihak lagi terhadap mona.
“lu jangan ngomong gitu mon, orang-orang belum tentu percaya dengan gossip yang disebarkan sama miss gossip. Lagian gossipnya kan masih simpang siur,” nina berusaha menenangkan perasaan mona yang mulai  kacau.
“iya juga nin, bener yang lu bilang.”
“kalau bener, lu senyum lagi dunk,, masa si putri cantik bersuara merdu raut wajahnya jadi seperti ini? Ntar malah hilang lho suara merdunya..” goda nina berusaha memancing senyum mona yang hilang. Mona yang mendengar godaan nina menjadi tersenyum manis. Dan satu masalah pun bisa mona jalani dengan baik hari ini.
***

“gue harus bisa ketemu  dengan Erick di  dunia nyata.” Batin mona sambil memeluk gitarnya. Kejadian yang mona alami tadi siang membuat dia semakin bersemangat buat bertemu pacarnya di alam nyata. Mona pengen nunjukin kalau pacarnya itu bukan pacar alam mimpi saja.
 Tiba-tiba handphone mona bersuara,, “sms” ucap mona.

isi SMS:
“lu cewek saiko itu ya? Yang katanya pacaran sama  cowok dalam mimpi lu? Daripada lu pacaran sama orang yang ngga jelas, gue mau kx jadi pacar lu.!”
“ya tuhan… apa salah aku??? Kenapa semua orang seakan-akan mengganggap aku tidak waras? Siapa pula yang nyebarin nomer hp aku??” terriak mona kesal membaca SMS yang baru saja dia terima. Seharian ini mona sudah mendapat 22 sms yang isinya hampir sama. Mungkin ada yang menyebarluaskan nomer Hp mona.

Mona terbangun dari tempat tidurnya, malam ini dia memutuskan untuk bermalam lagi di taman deket rumahnya. Dengan langkah penuh kesedihan mona membawa gitarnya ke taman. Suasana di taman malam itu sudah mulai sepi, hanya ada beberapa orang yang masih betah duduk santai di taman. Mona menuju kursi taman yang sudah menjadi teman setianya selama ini.
“kalau disini hati gue jadi lebih adem,” ucap mona pelan. Jari-jarinya mulai menyentuh lembut senar-senar gitarnya.

aku kadang bertanya tak berhenti mengapa ku alami ini yang tidak menyenangkan hati aku heran kamu begitu kuat mengikuti setiap langkahku, menghantui kehidupanku

aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan lupa kalau mengenal kamu, lupa pernah cintai kamu aku berharap biar tak melihat kamu sekarang biar lupa mengenal kamu, biar lupa cintai kamu
aku tidak mengerti soal cinta bodoh menghadapi hubungan yang akhirnya sampai begini kapan bayangan kamu bisa pergi suara kamu bisa hilang, biarkan aku hidup tenang

aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan lupa kalau mengenal kamu, lupa pernah cintai kamu aku berharap biar tak melihat kamu sekarang biar lupa mengenal kamu, biar lupa cintai kamu
semua kenangan aku tak mau lagi
cukuplah sudah aku hanya ingin diakhiri

aku berdoa biar aku bisa lupa ingatan lupa kalau mengenal kamu, lupa pernah cintai kamu aku berharap biar tak melihat kamu sekarang biar lupa mengenal kamu, biar lupa cintai kamu

mona berhenti bernyanyi,  air matanya tiba-tiba mengalir di kedua pipinya.  Dia membayangkan bagaimana kalau semua yang dia alami di dunia mimpi ngga akan pernah jadi kenyataan?  Bagaimana kalau pacar yang ada di dalam mimpinya tidak pernah datang ke dalam kehidupan nyatanya?  Membayangkan hal itu membuat air mata mona semakin mengalir tiada henti.
“kak,, malem-malem gini kok nangis di taman, nanti di sangkain tante kunti lho sama orang-orang yang lewat.” Ucap seorang anak kecil imut yang tiba-tiba sudah duduk di samping mona. Mona yang baru menyadarinya langsung menghapus air matanya.
“kakak ngga nangis kok dik,, tadi Cuma kelilipan aja.” Sangkal mona
“kakak ngga bisa bohong sama aku. Aku tahu kakak pasti lagi sedih kan?” anak kecil itu tersenyum manis kepada mona.
“iya, hey,, kamu ngapain di taman malam-malam gini? Emangnya ortu kamu ngga nyariin?” selidik mona.
“rumah aku kan deket sini kak, lagian ortu aku ngga pernah ngelarang aku maen keluar rumah jam segini.” Ucap anak itu dengan lirih. Mona bingung dengan jawaban yang dikatakan anak itu, “mana mungkin ada orang tua yang ngijinin anaknya yang masih kecil gini keluar rumah malem-malem.” Batin mona menatap dalam mata  anak kecil yang terlihat sangat polos itu.
“kakak suka bermalam disini ya? Pasti kakak kesepian ya?” Tanya anak itu
“lho, kox kamu bisa tau?” Tanya mona dengan penuh rasa curiga.
“karna aq selalu bermain di taman ini setiap malem kak.” Jawab anak itu. Makin bingung deh mona dengan anak kecil yang ada disampingnya itu. Setahu mona setiap dia bermalam di  taman itu belum  pernah sekalipun mona melihat anak kecil yang asik bermain. Mona memperhatikan sekitarnya sambil mengingat apa dia pernah melihat anak kecil ini disini.
“nama kamu siapa dik?” ucap mona pelan. Namun ternyata dia baru sadar anak kecil itu sudah hilang, ntah kemana perginya . tba-tiba mona merasakan ada yang aneh dengan semua ini. Dengan perasaan yang diselimuti rasa takut dan bingung. Mona bergegas pergi meninggalkan taman itu.
***

“mona. Mama mau ngomong sesuatu dengan kamu.” Tiba-tiba mama mona menghampiri mona yang lagi asik memainkan memainkan gitarnya.
“ngomong apa ma? Kayaknya serius deh”
“kata kakak kamu, tadi kamu ada masalah di kampus ya?” mona kaget mendengar pertanyaan mamanya itu. “Sumpah deh si vino ga pernah berenti ember ke mama” batin mona. Vino memang suka membeberkan apa saja yang mona alami di kampus. Padahal mona sudah sengaja masuk fakultas lain, tapi masih saja vino berhasil mencari tahu apa yang mona alami di kampusnya.
“kenapa malah diem? Mama tidak suka dengan sikap kamu yang sekarang.” Bentak mama mona. Mona kaget mendengar kata-kata mamanya yang belum pernah sekalipun mona dengar dari mamanya.
“jawab mona, mama pengen tahu masalah pacar kamu yang ada di dalam mimpi itu.”
“mah,,,” mona belum sempat berkata sepatah kata pun langsung menangis tersedu-sedu. Air mata nya sudah tidak mampu dia bendung lagi.
“berapa kali mama harus menasehati kamu? Kamu jangan terlalu percaya sama mimpi. Tapi apa yang mama dengar? Kamu malah bilang punya pacar di dalam mimpi. Mama ngga mau ngelihat kamu seperti ini mona.. mana anak mama yang dulu? “ tanpa disadari air mata mama mengalir di kedua pipinya.
“tapi aku yakin kalau itu bukan mimpi mah…” mona berusaha meyakinkan  mamanya.
“stoop mona, mama tidak mau dengar kamu mengatakan hal itu lagi. Mama mau kehidupan kamu kembali seperti dulu lagi. Jadi anak mama yang tidak mudah percaya dengan hal yang belum pasti kebenarannya” Ucap mama mona.
“berarti mama juga nganggep aku udah tidak waras?”  air mata mona semakin mengalir mendengar kata-kata mamanya yang seakan menganggap mona sudah kehilangan akal sehatnya.  Kesalahpahaman terjadi diantara mona dan mamanya. Mona beranjak dari samping mamanya yang masih berurai air mata. Setengah berlari mona menuju kamarnya dan mengunci pintu.

Mona merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, air mata masih membasahi pipinya. Beberapa saat mona mulai terlelap dalam tidurnya. Kali ini dia masuk lagi ke dalam taman soulmate yang secara tidak langsung membuat hidupnya berubah. “gue harus nemuin Erick” batin mona.

Ternyata sosok yang dia cari sudah menunggunya di kursi taman itu. Senyum manis terukir dari bibir Erick menyambut kedatangan Mona.
“lu knapa nangis mon?” Tanya Erick yang melihat ada air mata yang mengalir di kedua pipi mona, tapi mona tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Mona menatap tajam mata Erick yang saat itu juga sedang menatap mona dengan penuh kasih sayang.

PLAAAAAKKKKKKK….. terdengar suara tamparan yang cukup keras.

lanjutan>>>

“mon,,,” Erick memegang pipinya yang terasa panas.
“maaf. Gue tadi emosi” ucap mona pelan,
“gue ada salah apa ke elu?”
“lu mau tahu, lu salah apa ke gue?? Lu udah ngebuat hidup gue berubah. Dan gue mohon sama lu rick, mulai sekarang lu jangan pernah lagi datang ke dalam mimpi gue. Gue udah ngga mau ngejalanin hubungan semu ini. Gue mau kembali ke kehidupan gue yang dulu. Tanpa cerita semu.” Jelas mona tanpa sedikit pun berani menatap mata Erick yang saat itu ternyata menitikan air mata.
“tapi mon…”
“cukup rick, cukup lu ngebuat diri gue terbuai dalam dunia mimpi. Lu pikir gue bahagia harus ngejalanin hubungan yang ga jelas ini? Dan gue tegaskan sekali lagi. Ini hanya mimpi, bukan dunia nyata. Gue dan lu sama sekali belum pernah bertemu di kehidupan nyata. Gue hanya ngga mau harus masuk lebih jauh lagi dalam mimpi ini.”
“mona…”
“PEERRRRGGIIIIII” teriak mona. Dalam sekejap Erick sudah hilang dari hadapannya. Tersirat rasa menyesal dari  wajah mona. Tapi dia harus mengambil keputusan ini.  Walaupun akhirnya mona harus merasakan sakit hati, tapi mona lebih memilih orang-orang yang selama ini ada di kehidupan nyatanya. Dan memutuskan untuk menjalani kembali kehidupan normalnya seperti sebelum mona  bertemu dengan Erick
***

“wajah lu lesu banget, kurang tidur lagi ya mon?” nina memperhatikan mona yang dari tadi terlihat ngantuk mengikuti pelajaran
“ iya nin, insomnia gue kambuh lagi.”
“aahhh??? Bukannya udah sembuh? Kenapa bisa kambuh lagi sih mon?”
“ gue juga ngga tahu, akhir-akhir ini gue sering mimpi buruk nin, gue jadi ngga bisa tidur.”
“ apa semenjak lu memustuskan buat ngga bertemu lagi dengan Erick di dunia mimpi?” selidik mona
“ bisa dibilang iya, semenjak itu gue ngga pernah lagi bisa masuk ke dalam taman soulmate, dan pastinya gue juga ngga pernah bisa ketemu dengan Erick” penyesalan kembali mona rasakan. Sudah 1 bulan ini mona belum pernah bertemu sosok yang selalu muncul di dalam mimpinya. Jangankan bertemu dengan Erick, masuk ke dalam taman soulmate aja mona udah ngga bisa.
“ lu kangen ya sama Erick??”
“ hhmmmm,  ngga,”
“bilang ngga kok matanya berkaca-kaca gitu??? Udahlah mon, kalau emang dia jodoh lu pasti ketemu lagi kok, tapi ketemunya jangan mau di dunia mimpi lagi. Bila perlu ketemunya pas dihari ultah lu yang ke 20th nanti.”  Nina berusaha menenangkan sahabatnya.
“ iya.” Tenang rasanya perasaan mona setelah mendengar kata-kata nina yang barusan dia dengar. Secara ngga langsung nina mulai membuka harapan mona yang sudah terkubur selama 1 bulan ini. Harapan yang setiap saat mampu membuat hidup mona berubah drastic.
***

“ mon,, seminggu lagi hari ulang tahun kamu kan?” Tanya mama mona yang memecahkan keheningan di ruang keluarga itu. Yah sekarang hubungan antara mona dan mamanya sudah baik lagi, setelah mona meminta maaf atas kejadian malam itu yang sudah menguras air mata mamanya.
“iya mah,, aku mau ngadain party kecil-kecilan ya mah?” jawab mona penuh senyum
“kok kecil-kecilan sih sayang? Yang meriah dong, kan kali ini ulang tahun kamu yang special. Usia 20 tahun ini merupakan langkah awal kamu buat menjadi pribadi yang lebih dewasa.”
“memangnya mamah mau ngeluarin duit yang lebih kalau mona ngadain party yang lebih waahhh???” selidik mona.
“kalau buat kali ini mama pasti ngedukung sayang..” mona segera memeluk mamanya dengan penuh kasih sayang. Mamanya sudah kembali lagi seperti dulu , yang selalu sayang terhadap mona.
***

Suasana di kampus pagi ini begitu gempar. Ketua dari Miss Gosip jadi topic hangat di pagi ini. Selembaran yang sudah pasti hasil karya Miss Gosip tertempel rapi di setiap sudut kampus.
” ohh my GOD……ketua dari miss gossip, Dinda Putri mahasiswi semester 5 fakultas ekonomi tertangkap kamera sedang berciuman dengan cowok culun yang ada di kampus kita. Apa mereka selama ini diam-diam memiliki hubungan khusus?? Tapi kenapa harus si cowok culun sih yang di pilih oleh ketua kita yang cantik ini??? Masih dalam tanda Tanya!!! (tertempel  juga foto dinda yang sedang berciuman dengan cowok culun itu)”””””
“Gila juga ya Miss Gosip itu? Masa ketuanya sendiri dipermalukan seperti itu?” ucap nina yang dari tadi geli melihat selebaran yang tertempel di papan pengumuman.  Mona yang juga melihatnya, dari tadi hanya tertawa ngga jelas. Rasa geli dan puas tersirat dari wajah mona.
“ Seneng banget sih lu?” tiba-tiba dinda dengan wajah kusutnya sudah berdiri dihadapan mona.
“bukan seneng din, tapi gue geli aja ngeliatnya. Anggota lu berhianat ya??? Oohhh ya gue lupa, lu kan ketua yang P.R.O.F.E.S.I.O.N.A.L” ucap mona dengan mengeja kata-kata itu dengan baik. Hehehhe. Kali ini Dinda yang pergi dari hadapan mona, Nina dan Mona yang melihatnya malah tertawa keras..  Waahhh kena batunya juga tu anak.
***

Hari ini mona bolos dari kuliahnya, bukan karena sakit atau males kuliah. Tapi  mona lagi sibuk menyiapkan segala keperluan buat acara “Garden Party” yang akan berlangsung malam ini.
“mon, temen-temen gue nanti malam katanya mau datang ke party lu. Boleh kan?” Tanya Vino sambil menghias batang pohon dengan balon.
“boleh banget dong,, tapi temen-temen lu cowok semua kan??” selidik mona
“cewek semua.”
“kalau cewek ,mona ngga mau nerima kak,”
“wah,, wah,,, wah,,, sejak kapan lu jadi kayak gini mon? hahhaha . temen-temen gue cowok semua kok. Udah gitu ganteng, keren, pokoknya perfect deh. Lu pasti bakalan kepincut sama salah satu temen gue” Ucap Vino dengan penuh tawa. Mona yang dari tadi terlihat serius jadi ikut ketularan virus tertawanya si Vino.
“ tar malam gue mau dandan seecantik mungkin,” ucap mona
“ ngga dandan juga lu udah cantik kok mon,”
“ iihhhh masa ngga dandan sih kak, ntar kalau Erick dateng trus ngeliat aku ngga cantik gmana??”
“heeyy,,, pacar dalam mimpi lu lagi.” Tanya Vino sembari melempar 1 balon ke wajah mona.
“iya,” ucap mona simple.  Mona berharap Erick bener-bener datang di harinya yang special ini.

Mona beranjak dari taman itu, menuju rumahnya. Sebenarnya mona dari tadi di taman bukan bantuin menghias taman, tapi hanya sekedar melihat-lihat hasil kerja dari EO yang di pilih Vino. Ternyata kakaknya kali ini benar-benar tahu selera mona, semua hiasan dan perlengkapan party yang disiapin sesuai dengan keinginan mona. Walaupun terlihat agak aneh, tapi itulah yang akan menjadi keunikan dari party yang mona adain.
***

Satu per satu undangan sudah mulai memenuhi taman. Music pun sudah dari tadi mengiringi desir angin malam di taman itu.mona yang baru sampai di taman di sambut meriah oleh para undangan, yahh.. seperti putri semalam. Tapi kebayang ngga sih? Mona sudah dari tadi sore mengurung dirinya di dalam kamar Cuma buat mempersiapkan dirinya agar terlihat paling cantik malam itu. Dan hasilnya pun.. semua mata terpesona melihat penampilan mona malam itu, tubuhnya yang sudah langsing (berkat diet ketat selama 1 bulan) membuat gaun yang dia pakai menjadi lebih indah. Dengan wajah penuh keceriaan mona melangkah menuju kerumunan yang sudah menunggunya dari tadi. Sesekali mona melihat sekelilingnya, berharap sosok yang dia harapkan sudah hadir. Tapi ternyata sosok itu tidak ada. Rasa kecewa mulai menyelimuti hati mona namun dia berusaha menutupinya dengan senyum palsunya, dan bergegas menuju kerumunan yang ada di depannya.
“akhirnya putri yang kita tunggu-tunggu sudah datang….” Ucap MC menyambut kedatangan mona. Senyum palsu itu masih tetap mona dipertahankan melekat dibibirnya.
“gue pengen nyanyi, boleh kan?” Tanya mona kepada MC yang malam itu memandu acara garden party yang dibuat Mona.
“ok,, para undangan yang sudah datang.  Malam ini acara garden party kita mulai. Putri kita malam hari ini mau memperdengarkan suara merdunya kepada kita.  Apa kalian sudah siap mendengarkannya??” Tanya MC kepada para undangan. Suara riuh terdengar menyatakan sudah siap mendengarkan suara merdu mona. Mona segera mengambil gitarnya dan duduk diatas kursi yang sudah disiapkan. Jreng…. Mona mulia bernyanyi…

Belum sempat ku membagi kebahagiaanku Belum sempat ku membuat dia tersenyum Haruskah ku kehilangan ’tuk kesekian kali Tuhan kumohon jangan lakukan itu

Sebab ku sayang dia Sebab ku kasihi dia Sebab ku tak rela Tak s’lalu bersama Ku rapuh tanpa dia Seperti kehilangan harap
Jikalau memang harus ku alami duka Kuatkan hati ini menerimanya
tanpa disadari mona meneteskan air matanya, suasana di taman itu seketika berubah menjadi lebih tenang, undangan begitu terpana melihat gaya mona bermain gitar dan mendengar suara mona yang begitu istimewa untuk di dengar. Tapi di balik kekaguman itu undangan merasa kebingungan kenapa harus lagu sedih? Ini kan hari bahagia mona? Seribu pertanyaan mulai muncul dari benak para undangan.
“waaooooowwww,,, begitu mengagumkan penampilan dari putri cantik kita malam ini” teriak MC ketika mona mengakhiri nyanyiannya. Suara tepuk tangan dari undangan pun terdengar begitu meriah menyambut pujian MC. Mona menghapus air matanya, dan kembali memasang senyum palsunya. Bagi mona hari ini bukan hari bahagianya.
“kamu kenapa menangis sayang?” Tanya mama pelan ketika melihat anaknya menghapus air mata yang mengalir di pipinya yang merah itu.
“ngga mah, Cuma menghayati lirik lagunya aja,” ucap mona menyembunyikan kesedihan yang saat ini dia rasakan. Mamanya tahu apa yang mona pikirkan saat itu. Tapi malam ini sang mama ngga mau membuat anaknya semakin larut lagi dalam kesedihan.
“ok, sekarang waktunya tiup lilin,,,, ayoo,,, putri cantik,,” ucap MC yang  tadi lagi . “ngga tahu apa gue masih nungguin someone” gerutu mona dalam hati.

Mona mulai make a wish,, berharap setelah membuka mata nanti sosok yang dia tunggu sudah ada di sampingnya. Mata mona pelan-pelan dibuka, bersiap menyambut orang yang dia harapkan udah ada disampinya. Tapi setelah mata mona udah terbuka sosok  itu juga tidak ada. “Erick bukan jodoh gue” batin mona, senyum manis terukir di   bibirnya. Nina yang tahu apa yang mona tunggu hanya bisa tersenyum memberi semangat ke mona dari kejauhan.  Segera mona meniup lilin angka 20 yang ada di depan nya,, hhuuuussss,,,, dalam satu tiupan lilin-lilin itu sudah padam, menandakan usia 20 tahun sudah resmi disandang Mona saat ini. Tepuk tangan undangan terdengar meriah lagi…
“ potong kuenya donk mon,,” teriak nina dari bawah. Mona tersenyum manis dan memotog kue berlantai 3 itu, (susun maksud gue).
“potongan pertama buat siapa nih??” Tanya MC yang dari tadi sok deket sama Mona, hehehe. Tanpa pikir panjang mona menyerahkan kue pertamanya itu ke tangan mamanya.

Acara garden party pun berlanjut lagi,, semuanya asik menikmati keindahan taman di malam hari itu. Angin malam yang berhembus tidak menghalangi semuanya untuk menikmati kemeriahan party.Suara house music yang terdengar semakin membuat suasana semakin meriah. Mona masih sesekali mengamati sekitar. Dia yakin Erick pasti datang. tapi hingga jam 11 malam tanda-tanda kedatangan Erick juga belum ada. Saat ini perasaan mona berubah menjadi kacau. Rasa rindu yang selama ini dia pendam sudah tidak mampu di sembunyikan lagi. Merindukan tatapan mata yang penuh kasih, merasakan pelukan yang membuat hati mona tenang, mendengarkan kata-kata yang selalu menyejukan hatinya,, “aaaahhhhh gue kangen Erick,,” teriak mona, membuat semua kebingungan melihat mona yang tiba-tiba memanggil nama itu. Mona berlari menjauh dari party. Menuju kursi taman yang selalu setia menemaninya. Air mata mona mengalir semakin deras,, air mata yang sudah dari tadi dia sembunyikan kini sudah tertumpah ruah dipipinya.
“gue memang udah ngga waras.” Ucap mona.
“gue kira lu bakal ngasi kue pertama lu buat gue. Ternyata ngga.” Mona tersentak kaget mendengar suara yang datang dari belakangnya. Suara yang dia rindukan. Yaahh suara Erick. Tapi mona tidak menggubrisnya. “hanya halusinasi” batinnya.
“kangen ya sama gue?” terdengar lagi suara itu. Kali ini mona  benar-benar percaya. Tanpa pikir-pikir lagi mona menoleh kearah belakang. Dan ternyata??
“Erick??” teriak mona, mona berdiri dari duduknya dan memeluk tubuh  dari pria yang selama ini hanya dia temui di dalam mimpinya.
“lu beneran Erick kan?? gue ngga mimpi kan??” Tanya mona meyakinkan, air matanya semakin berurai.
“ya beneran lah mon,,” ucap Erick simple.
“kemana aja lu selama ini? Kenapa lu baru muncul?
“ngga kemana-mana kox..” ucap Erick sambil tertawa ringan.
“ternyata lu beneran jatuh cinta ya sama gue?” ucap Erick lagi.
“lu ngga liat apa gue sampai di anggep ngga waras kayak gini? Itu karna gue cinta sama cowok yang ada di mimpi gue.” Ucap mona
“berarti lu cintanya sama cowok yang di dalam mmpi lu? Bukan sama gue?” goda Erick.
“Erick,,,,,,” peluk mona lebih erat..
“happy birth day ya sayang..” Erick memberi sebuah kotak kecil ke mona. Seraya mencium kening mona dengan mesra.
“eeehhhh,,, Erick,, lu ngapain nyium-nyium kening adik gue?” vino melihat kejadian itu didepan matanya.
“emang salah kalau gue nyium kening pacar gue sendiri?” ucap Erick cuek.
“jadi lu temennya kakak gue?” Tanya mona ke Erick karena saking curiganya melihat kedekatan Erick dengan kakaknya.
“jadi ini dia siomay yang ada di dalam mimpi lu mon?” Vino malah balik nanya.
“soulmate brow,, bukan siomay. Hahaha” jawab Erick penuh canda.
“mon.. buka donk kadonya,” ucap irni yang ternyata dari  tadi juga diem-diem ngintip dari bawah pohon. Mona membuka kotak kecil itu.
“cincinnya cantik.” Ucap mona ke Erick.
“lebih cantik yang menerima cincinnya donk..” gombal Erick. Malam itu menjadi moment yang sangat special bagi mona, seperti yang pernah mama mona katakan. Semuanya terlihat begitu bahagia malam itu, terutama Mona dan Erick. Dan mona ternyata selama ini tidak jauh dengan Erick, masih inget kan dengan cowok yang menyapa mona waktu mona bernyanyi di taman malam itu? Dia itu ternyata Erick.
***

Gosip terhangat pagi ini berhembus di kampus MONA yaitu:
“Di hari ulang tahunnya Mona Deristya mahasiswi semester 3 fakultas Ekonomi, dia berhasil bertemu dengan pacar yang ada di dalam mimpinya. Dan ternyata mona masih waras!! Wwaaahhhh,,,, sungguh di luar  dugaan yahhh??? (lengkap dengan foto Mona yang lagi di peluk Erick)””””

Mona tersenyum melihat gossip yang di update miss gossip pagi ini. “sempet-sempetnya sih moto gue” batin mona.
“gue jadi pengen kayak lu mon,,,” ucap nina setelah membaca gossip yang ada di papan pengumuman.
“jangan deh,, ntar lu juga disangkain ngga waras” tawa pun terdengar saat itu.  Wajah ceria mona sudah kembali seperti dulu lagi. Dan yang terenting sekarang mona sudah memiliki pangeran yang selalu sap menjaganya dan menenangkan hatinya.


KEPERGIANMU
Cerpen Nur Indah Wahyuni Sari

Allyssa saufika umari itulah namaku, kalian bisa manggil aku dengan sebutan ify,
Menurut orang-orang yng mengenalku aku adalah wanita yang baik, cantik
Dan memiliki ekonomi yang sangat lebih,

Aku mempunyai seorang kekasih yang bernama MARIO STEVANO ADITYA
HALING, atau biasa dipanggil dengan sebutan rio,
Dia satu sekolah denganku, tapi dia beda kelas denganku,
Yah rio itulah panggilan aku ke dia dan orang-orang yang mengenal dia
Menurutku dia anaknya sangat baik, dan perhatian!
Aku tak pernah menyesal bisa memilikinya!

Waktu pertama dia nembak aku, dia membuat suasana seromantis mungkin

_flash back_

Rio loe mau bawa gw kemana sih, pake acara tutup mata segala lagi
‘’ucapkku kesal kepada rio’’
Ahh udah gak usah bawel deh loe ‘’jawab rio sejutek mungkin’’

#setelah sampai ditempat yang dimaksud, akhirnya saputangan yang digunakan
Untuk menutup mataku pun dilepas, dan saat aku sudah bisa melihat keadaan,
Sungguh kaget’nya aku melihat sebuah taman yang sudah didekorasi
Seromantis mungkin! Dengan lilin yang bernyalakan api dan membentuk
Sebuah hati dan dengan rumput-rumput hijau yang dipenuhi dengan
Bunga mawar yang indah, telah membuat taman tersebut menjadi lebih
Indah.
 
Akupun langsung menghampiri taman tersebut dan diikuti oleh
Rio dibelakang, dan akupun langsung menjatuhkan badanku diatas
Rumput-rumput hijau tersebut!

WOW YO, INDAH BANGET ‘’kataku pada rio’’
Hahay  iya donk, siapa dulu yang mendekorasi nih taman ‘’ucap rio’’
 
Emang siapa? ‘’tanyaku heran kepada rio’’
Yah gw lah dodol ‘’kata rio sambil melayangkan satu jitakan kepadaku’’
 
Yah pikir gw siapa yo, tumben amat loe seromantis ini,
Emang ada apa? ‘’ tanyaku lagi’’
 
Yah fy, massa loe gak maksud sih sama ini semua ‘’jelas rio’’
Emang gak ngerti, emang maksud loe ngajak gw kesini ada apa ‘’tanyaku’’
 
Gw tuh ngajak loe kesini, karena gw suka sama loe ALYSSA ‘’kata rio
Yang 100% telah membuat aku kaget’’

What loe suka sama gw? Haha yo becanda aja loe nih ‘’celaku kepada rio’’
Ify yang cantik jelita gw nih serius ‘’puji rio padaku’’
 
Hehe makasih udah bilang gw cantik ‘’kataku tersipu malu’’
Jadi gimana nih cantik’ku, kamu mau gak jadi kekasihku ‘’tanya rio’’

Ehm gimana yah yo, ehm? Iya deh ‘’jawabku kepada rio
Hah serius fy, hem makasih ya sayang  ‘’kata rio lalu memeluk erat tubuhku’’

# tanggal 22-08-09 itulah tanggal jadianku dengan rio, yah sudah hampir
1tahun lebih aku pacaran dengannya, dan itu sangat membuat hariku
Lebih berarti jika bersamanya!
Tapi setelah berapa lama, hubunganku dengan rio agak renggang dan
Hampir putus. Yah kalo ditanya kenapa?
Aku jawab saja karena orang ke3, yah orang ke3 itu bernama
Ashilla zahrantiara, dia merupakan sahabat karibku,
Waktu itu aku pernah mengajak rio pergi yah sekedar rekreasi saja!
Tapi dia menolak dengan alasan acara keluarga!
Dan esoknya akupun mengajak dia pergi jalan-jalan lagi, tapi hasilnya
Masih saja tetap sama, yaitu dia menolak ajakanku, yah dengan alasan
Yang ia buat-buat! Dan akhirnya akupun pergi bersama temanku,
Sebut saja dengan sivia atau via, aku bersamanya pergi ke sebuah mall
Untuk membeli sebuah kado, karena dihari esok
Mamahku ulang tahun!
Sesampainya di mall

@mall
Aku bersama sivia langsung memasuki sebuah toko baju,
Dan akhirnya setelah mencari-cari ternyata baju yang aku cari pun ketemu!
Dan aku pun langsung mencari tempat kasir, untuk membayar baju tersebut
Dan stelah membayar akupun langsung keluar dari toko tersebut!
Dan aku langsung mengajak via utk mencari makan!
Karena perutku sudah banyak yang demo utk diisi makanan!

@restaurant
Aku dan sivia pun langsung mencari bangku yang kosong,
Dan matakupun langsung tertuju oleh kursi bernomor.20 yang tidak ada
Penghuni, Dan setelah itu akupun langsung memanggil pelayan
Untuk memesan makanan!
 
Loe pesen apa vi? ‘’tanyaku kepada via’’
Gw ngikut loe aja deh fy, ‘’jawab via’’
 
Oke mbak aku mesen pizza 2 dan jus’melon 2 ‘’jelasku pada pelayan’’

Setelah pelayan datang membawa makanan dan minuman yang telah dipesan
Tadi, aku dan  sivia pun langsung melahap makanan tersebut!
 
Suasana makan yang tadinya santai, kini menjadi menghebohkan,saat
Sivia memegang pundakku dan berkata
 
Ehh fy, itu bukannya rio ya? Pacar loe ‘’kata via sambil menjulurkan
Jari telunjuknya kearah rio’’
 
Mana vi? ‘’tanyaku’’
Itu loh ‘’kata via ‘’
 
Oh iya vi ‘’jawabku singkat dan langsung menghampiri rio yang sedang
Bersama wanita lain, dan wanita itu adlah shilla’’

# dari kejauhan aku melihat bibir manis shilla menempel dengan bibir manis rio
Sungguh hancur hatiku melihat pertunjukan seperti itu, shbat (?)
Bersama dengan pacar(?) yang sedang kissing!
Dan setelah aku melihat apa yang dilAkukan antara pacar dan sahabt,
Akupun langsung mendekati mereka ,.
Meja nomer 26 yah itu adlah meja yang diduduki oleh rio dan shilla,
Sesampainya disana akupun langsungg mengambil air minum dan
Langsung menumpahkan air minum tersebut diatas kepala rio,

# Saat rio melihat kebelakang ingin sekali ia marah kepada orang yang telah
menumpahkan air minum tersebut, tetapi amarah rio tertahan karena
ia sangat kaget melihat aku yang sudah ada dibelakangnya sambil
memegang sebuah botol air minum.


i..f..y ‘’ucap rio terbata-bata’’
ehm fy gw bisa jelasin semuanya ‘’sambung rio’’
 
udahlah yo loe gak usah ngejelasin apa-apa lagi, loe tuh klo memang
pengen ketemu sama simpenan loe bilang aja, gak usah pake ngelak acara
keluarga segala ‘’ucapku sinis’’
fy, plese loe dengerin dulu penjelasan dari gw ‘’ucap rio’’
 
udahlah yo, I’m fine  ‘’ucapku bohong’’
udah yuk vi kita balik ‘’sambungku lalu menarik tangan via utk pulang kerumah’’

sesampainya dirumah

@rumah
Dirumah akupun langsung memasuki kamarku dan langsung menjatuhkan
Badanku diatas kasur! Sambil menutup mataku menggunakan bantal,
Itulah yang dapat aku lakukan Agar issakan tangisku tidak terdengar! Tapi
apadaya isakkan’ku begitu kuat
Shingga orang yang berada diluar kamarku mendengar isakkan tangisku,
 
IFY.. ‘’terdengar seorang wanita yang sedang memanggil namaku’’
Iya , siapa? ‘’jawbku singkat’’
 
Aku sivia, boleh masuk? ‘’tanya sivia’’
Ydah masuk aja vi ‘’jawabku seraya memperbolehkan sivia masuk kekamar’ku’’

#sivia pun langsung memasuki kamar ify,
 
Udahlah fy, gak usah difikirin masalah yang tadi ‘’kata sivia’’
Ya gimana ya vi, gw gak nyangka aja sama mereka ‘’jelasku’’
 
Ydahlah lupain aja, toh gak ada untungnya ‘’kata sivia’’
Hm iya deh ‘’jawab ify’’

Setelah beberapa lama sivia dan ify berbincang-bincang, tiba-tiba BB ify pun
Berdering!
Saat ify melihat layar BB nya ternyata yang menelfon ify adalah rio,
Saat tau rio yang menelfon ify pun langsung menonaktifkan BB nya!
 
Siapa fy, kok dipatiin? ‘’tanya via’’
Rio ‘’jawabku singkat’’
 
Kok gak loe angkat’’ tanya via lagi’’
Kurang kerjaan gw ngangkat telfon dari dia ‘’jawabku sinis’’

#keesokan harinya
Hoam ahh udah pagi ‘’kataku yang baru saja terbangun dari mimpi
Indahku ‘’
Ify cepat mandi, lihat sudah jam berapa ‘’teriak seorang wanita parubaya’’
 
Iya mah ‘’jawabku ogah-ogahan lalu melihat jam weker ‘’
OMG udh jam segini ‘’kataku  lalu membuang jam wekernya lalu mengambil
Handuk’’
#setelah mandi akupun langsung memakai seragam sekolahku,
Dengan rambut panjangku yang aku biarkan terurai, dan dengan dihiasi
Bandana berwarna merah akupun terliht lebih cantik 
Setelah semuanya sudah beres akupun langsung menuruni satu persatu anak
Tangga dengan lari kecil,..
 
Ify gak sarapan dulu ‘’tanya mamahku’’
Gak mah ify sarapan dikantin aja ntar keburu telat ‘’kataku sambil mencium
Tangan kedua orangtua ku dan langsung berangkat kesekolah.

@sekolah
Pass aku mau masuk kedalam sekolah, dari kejauhan terlihatlah
Peria tampan yang sedang berdiri sambil membawa setangkai mawaar merah
Semakin lama akupun melihat jelas siapa pria tampan itu,
Yaps ternyata dia rio,
 
Fy maafin gw ya, gw bisa jelasin semuanya ‘’jelas rio smbil memegang
tanganku’’
 
udahlah yo loe gak usah jelasin apa-apa lagi ‘’kataku’’
tapi fy, ‘’jawab rio’’
 
udhlaah yo lepasin tangan gw ‘’kataku sinis’’
gak!! gw gak akan ngelepasin loe sebelum loe maafin gw ‘’bentak rio’’

lepas ‘’kataku seraya melepaskan tanganku yang sedang digemgam oleh rio,
tapi apa daya genggaman rio sangat kencang shingga aku tak bisa
melepaskannya’’

please fy maafin gw ‘’kata rio lalu menarik tanganku dan memeluk erat
tubuhku’’

#entah apa yang terjadi padaku, saat rio memelukku perasaanku
Seperti nyaman sekali ada didekatnya, apalagi dalam dekapan tubuhnya,
Tapi saat setelah lama aku berada dalam dekapannya,
Akupun langsung melepaskan dekapan itu dan langsung pergi meninggalkan rio.

@kelas
Sesampainya aku dikelas akupun langsung meletakkan tasku di atas meja,
Saat aku sedang meletakkan tas dimeja, aku melihat sebuah kertas berwarna
merah, saat aku buka kertas itu tertuliskan bahwa

FOR: IFY
FORM: RIO
 
MAAFKAN AKU FY, AKU TAK BERMAKSUD UNTUK
MENGECEWAKANMU 

ternyata kertas berwarna merah itu dari rio untukku,
yang hanya bertuliskan kata  MAAF, aku pun langsung menyobek
kertas tersebut lalu membuangnya dikotak sampah!

#6jam kemudian
Teeet..teet suara bel pun berbunyi yang berarti semua murid
Sudah waktunya untuk pulang,
Akupun langsung bangkit dari mejaku dan langsung pulang,
Tapi saat aku ingin keluar dari gerbang, terlihat rio yang sedang menungguku
Disana!
Akupun langsung pura-pura tidak melihatnya,
Tapi apadaya dia yang melihatku, dan tiba-tiba saat rio melihatku,
Diapun langsung menarik tanganku dan membawaku kedalam mobilnya,
 
Rio loe nih apa-apaan sih gw ini mau pulang, ngapain loe narik tangan
Gw dan masukin gw kedalam mobil loe ‘’kataku sinis’’
 
Kalo loe mau pulang tenang ntar gw anterin pulang,
Tapi ntar soalnya gw pengen ngomong empat_mata sama loe ‘’jawab rio’’

#sepanjang perjalanan akupun hanya diam-diaman dengan rio, sesekali
Aku melihat rio, akupun melihat dia sedang curi pandang padaku,
Dan setelah lama ternyata mobil rio berhenti disebuah pantai

Ngapain loe bawa gw kesini ‘’tanyaku sinis’’
 
Sebagai permintaan maaf ‘’kata rio sambil menggenggam tanganku’’
Tuhan aja mau maafin umatnya yang bersalah, sedangkan kamu,
Masa kamu gak mau maafin aku ‘’jelas rio’’
 
Please maafin aku ya  ‘’mohon rio sambil mencium tanganku’’
Iya gw udah maafin loe kok  yo, tapi kayaknya hubungan kita sampai
Sini aja deh yo ‘’jawbku ’’
 
Loh kok gitu fy, apa semuanya gara-gara waktu itu,
Kalo emang Ini semua gara-gara itu gw minta maaf banget fy ‘’mohon rio’’
 
Bukan kok yo, gw ngerasa aja kalo kita itu gak cocok ‘’kataku
Lalu keluar dari mobil rio dengan lari tergesa-gesa’’

#akupun masih saja lari dengan lamunan dan pandangan yang tidak jelas,
Sampai-sampai suara klakson mobil pun tidak terdengar olehku,
Sudah berapa kali klakson mobil dibunyikan tetapi tetap saja aku masih
Dengan lamunanku,
Dan tiba-tiba

Buarkkkk ‘’ suara tabrakan pun mulai terdengar oleh masyarakat disekitar
Pantai tersebut dan akhirnya masyarakat itupun langsung menghampiri
Korban tabrakan tersebut, dan saat rio melihat kerubunan masyarakat,
Rio pun langsun menghampiri tempat itu,
Rio pun langsung kaget saat melihat yang tertabrak adalah aku,
 
IFY ‘’kata rio sambil memeluk tubuhku yang penuh dengan lumuran
darah’’
 
pak tolongin temen saya pak, ‘’kata rio kepada seorang bapak’’

#bapak itu pun lagsung menggotong tubuhku dan memasukan aku kedalam
Mobil rio, dan stelah itu rio pun langsung membawaku kerumah sakit.

@rumah sakit
sus tolongin temen saya dok, dia habis kecelakaan ‘’kata rio panik’’

#suster itupun langsung membawaku  kedalam ruang UGD dan
Akupun langsung ditangani oleh dokter,
Tapi apadaya dokterpun yang tugasnya menyelamatkan orang yang sedang
Sakit, tapi ternyata aku yg sedang sakit pun tidak bisa diselamatkan olehnya.
Mungkin memang sampai sini cerita hidupku.

Setelah dokter keluar dari ruangan UGD, rio pun langsung
Menaynyakan keadaanku,
 
DOK dimana keadaan teman saya ‘’kata rio seraya menggoyankan tubuh
Dokter tersebut’’

Ehm maaf dek saya sudah coba menyelamatkan teman adik,
Tapi saya gak bias ‘’kata dokter yang membuat rio kaget’’
 
Apa dok gak munkin pasti dokter bohong kan?
‘’tanya rio dengan mata yang sudah berkaca_kaca’’
 
Maaf dik saya sudah berusaha, tapi tetap saja tidak bias ‘’ucap dokter
Sekali lagi’’
Gak dokter pasti bohong sama saya ‘’kata rio sambil berlari meninggalkan Ruangan tersebut.

#setelah rio meningglkan ruangan tersebut, diapun langsung pergi ke taman,
Yah taman itu adalah taman yang digunakan untuk menembak seorang gadis
Cantik yang ia sayangi! Yaitu ALYYSA SAUFIKA UMARI
Taman itu merupakan tempat kenangan teridah saat rio bersama ify,
Rio pun mengingat kejadian dirumah sakit tersebut,
Tapi saat iya mengingat semua itu, issakan nya pun mulai muncul,
 
IFY kenapa loe ninggalin gw, gw kan udah minta maaf sama loe,
‘’teriak rio sambil menangisi kepergian ify’’
 
Apa memang bener loe udah gak sayang sama gw,

Fy Apa gw bisa  jalani hidup tanpa loe? GAK BAKALAN BISA FY,
GW SAYANG SAMA LOE ‘’teriak rio seraya melepaskan penat
Yang ada dihatinya ‘’
 
TAMAT


SENYUM TERPAHIT
Cerpen Nur Chasanah

Sahabat adalah dia yang menghampiri saat dunia menjauh. .
Sahabat bagai bulan purnama yang bersinar saat malam. .

Aku tersenyum sengit mendengar puisi yang di baca temanku di depan kelas. karena aku teringat kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian itulah yang membuat aku tidak mudah percaya dengan orang lain.

Waktu itu aku masih duduk di bangku smp, aku tidak begitu peduli dengan yang namanya cinta. Aku mempunyai seorang sahabat yang sangat aku percaya semua masalah yang melanda aku, tidak segan-segan aku ceritakan semua masalah ku padanya, sebaliknya pun begitu.

Pagi itu adalah awal dari masalahku. Reva itulah nama sahabatku, tiba-tiba ia bercerita tentang ketua osis di sekolah kami.
“ Disa, aku tadi ketemu sama kak Ovan di gerbang depan.” Katanya dengan senyum lebar.
“sejak kapan kamu ngefans sama kak Ovan ?” jawabku sedikit meledek.
“ hmm. . sejak kita awal MOS. “ jawabnya tanpa ragu.
“ haha. . udah deh jangan ngimpi bisa dapet kak Ovan.” Ledekku.
“ iya sih, banyak juga kakak kelas lain yang lebih cantik dari aku. “ ekspresinya tiba-tiba berubah.
“ haha. . aku Cuma bercanda tahu.” Aku mencoba menghiburnya.
“ udahlah aku juga Cuma ngefans, nggak lebih.” Jawabnya.

Satu minggu kemudian Reva mendapat nomer hp kak Ovan, tanpa aku meminta dia pun juga memberi nomer hp kak Ovan kepadaku.
“ kenapa kamu kasih nomer kak Ovan ke aku ?” Tanyaku sedikit bingung.
“ nggak apa lah, buat koleksi.” Jawabnya dengan nada santai.

Aku hanya mengangguk dan menyimpan nomer itu di ponselku. Sepulang sekolah aku bertemu dengan kak Ovan di depan gerbang, tiba-tiba ia menghampiri aku.
“ nunggu di jemput dek ?” dia mengawali pembicaraan.
“ iya kak.” Jawabku singkat.
“ kenalin dek, aku Ovan.” Dia pun mulai memperkanalkan diri.
“ udah tahu kak.” Jawabku sinis, lalu aku melihat ayahku diseberang jalan, aku langsung berlari ke arah ayahku dan meninggalkan kak Ovan tanpa memperkenalkan namaku. Aku tidak menceritakan kejadian itu ke Reva, dan menurutku itu juga tidak terlalu penting.

Teeeeeett . . teett. .

Jam istirahat pun berbunyi, seperti biasa kita berdua pun langsung berlari ke markas besar para murid yaitu kantin sekolah. Aku mencari tempat duduk dan Reva bertugas membeli makanan. Reva duduk membawa dua mangkuk bakso dan dua gelas jus. Kami pun mulai menikmati makanan yang kami beli, setelah kenyang kita berdua tidak langsung kembali ke kelas, kita malah asyik membicarakan kakak kelas kami yang duduk di sudut kantin.
“ busettt. . dia tambah cantik aja ya va.” Aku memulai pembicaraan.
“ iya, dia tuh mantannya kak Ovan.” Jawabnya sedikit kesal.
“ oww. . lengkap juga ya info yang kamu dapet tentang kak Ovan.” Jawabku.
“ harus donk sekali kak Ovan tetap kak Ovan. “ jawabnya dengan tersenyum yakin.
“ ya whatever lah.” Jawabku singkat.
“ hah, itu kak Ovan.” Tiba-tiba Reva histeris.
“ haha. . dasar kamu. “ aku melempar tissue ke arah Reva.
“ yee biarin, ya ampun kak Ovan keren banget.” Reva tak sedikitpun berkedip melihat kak Ovan, aku hanya tersenyum melihat tingkah sahabatku itu. Ternyata kak Ovan berjalan ke arah kami, Reva pun semakin salah tingkah.
“ dek Disa.” Panggil kak Ovan kepadaku.

Aku dan Reva hanya terdiam kaget. (Darimana kak Ovan tahu nama ku ?) tanyaku dalam hati. Reva langsung pergi ke kelas. aku tak menghiraukan kak Ovan dan langsung mengejar Reva.
“ Reva tunggu. “ teriakku pada Reva. Dia tak sedikitpun menoleh padaku.

Matematika adalah mata pelajaran terakhir, aku tidak menghiraukan guru nyerocos dengan rumus-rumusnya di depan kelas karena aku sibuk meminta maaf pada Reva. Tiba-tiba terdengar suara nyaring dari pak Toni memanggil namaku, aku pun maju ke depan kelas dan menyanyi sebagai hukumanku. Sepulang sekolah aku tidak langsung pulang karena ada kelompok di rumah Reva. Aku, Reva, Sera, dan Yuna berjalan menuju ke rumah Reva. Di sepanjang kita semua berjalan aku berusaha meyakinkan Reva soal tadi siang kejadian di kantin, Reva pun mulai percaya padaku.

Satu bulan berlalu aku merasa Reva sedikit menjauhiku. Dia tidak lagi bercerita tentang kak Ovan, aku pun sedikit penasaran.
“ hmm. . gimana kak Ovan ? udah lama kamu nggak cerita tentang pangeran kamu itu.” Tanyaku tanpa basa-basi.
“ hmm. . aku udak nggak contak sama dia lagi.” Jawabnya tanpa ekspresi, aku pun tidak bertanya lebih jauh lagi. Malam hari saat aku sibuk dengan tugas sekolah, tiba-tiba terdengar ponselku berbunyi. Aku sangat kaget, nama yang muncul di layar ponselku nama kak Ovan. Tanpa fikir panjang aku langsung mematikan ponselku dan melanjutkan aktifitasku. Saat menjelang tidur bayangan kak Ovan menghantui aku. (hihhhhh pergi donk kak dari pikiranku, Reva aja yang kakak hantui, jangan aku !) aku berusaha mengusir kak Ovan dari fikiranku.

Hari sabtu itu adalah hari yang di nanti-nanti, hari itu puncak kami berada di kelas satu smp. Kami semua bersorak gembira saat mengetahui hasil kita belajar selama satu tahun sangat memuaskan, mereka semua langsung merencanakan waktu untuk mengisi liburan mereka, aku langsung menjauh dari kerumunan mereka. Dan berlari menuju ke toilet. Ketika keluar dari kamar kecil aku di kagetkan dengan berdirinya kak Ovan tepat di depan ku.
“ dek kenapa kamu sepertinya nggak suka sama aku." Aku sangat kaget dengan ucapannya.
“ aku. . aku. . "
“ kamu nggak enak sama dek Reva ?” potongnya yang semakin menyudutkanku.
“ maaf kak, maksud kakak apa sih ?” jawabku sedikit bingung.
“ dek aku suka sama kamu.” Kata itu adalah yang dinanti Reva.
“ kakak tuh belum kenal aku kak.” Jawabku sedikit menghindar.
“ makannya berii aku kesempatan buat kenal sama kamu.” Jawabnya serius.
“ hmm. . kak, kakak kan tahu kalau Reva yang suka sama kakak, dan yang harusnya kakak suka juga Reva bukan aku.” Jawabku sedikit gemetar.

Aku segera melangkah pergi menjauhi kak Ovan. Reva ternyata mengetahui yang telah terjadi selama ini kalau kak Ovan ternyata suka sama aku. Dan dia juga tahu kalau kak Ovan mengungkapkan rasa padaku. Aku menjelaskan semua pada Reva, tapi Reva hanya tersenyum dan pergi meninggalkan aku. Hari-hari yang aku lewati semasa liburan sangat membosankan.

Lalu aku merencanakan untuk pergi ke pantai bersama kedua kakakku dan menyewa Villa. Hari pertama di Villa aku gunakan untuk jalan-jalan ke pantai, langkahku tak tentu dan tanpa sengaja aku menabrak seseorang.
“ maaf.. maaf.. aa” aku tidak melanjutkan kalimat yang aku ucapkan. Karena yang aku tabrak adalah kak Ovan.
“ kakak ngikutin aku ya kak ?” tuduhku.
“ ge-er banget kamu dek.” Jawabnya sedikit meledek, wajahku memerah karena malu, aku mulai melangkahkan kakiku untuk meninggalkan kak Ovan tapi aku hentikan dan aku berbalik badan dan berbicara lagi dengan lelaki itu.
“ kak, Reva masih menanti kakak.” Aku tidak tahu mengapa aku mengucapkan hal itu. Tapi tanpa aku sadari ternyata aku juga mempunyai rasa dengan kak Ovan.
“ kalau dek Disa masih menanti aku nggak ?” Tanya kak Ovan, aku langsung berbalik dan tersenyum lebar. Aku langsung berlari kencang dan meninggalkan dia sendiri.

Tanpa sepengetahuanku ternyata Reva iri padaku. Dia memfitnah aku di depan guru matematika kalau aku tidak suka mata pelajaran itu. Guru itu pun langsung percaya padanya karena di kelas satu aku pernah mendapat hukuman karena aku berusaha minta maaf pada Reva. Dan guru matematika itu beranggapan kalau aku bicara dalam pelajarannya, aku langsung di panggil di ruang guru dan mendapat teguran, aku sangat bingung saat itu. Aku bercerita semuanya ke Reva, Reva hanya diam. Aku mulai menaruh curiga padanya, tapi aku tepiskan rasa curiga ku, karena tidak mungkin sahabatku bertindak seperti itu.

Tidak hanya pada guru, pada kak Ovan Reva juga memfitnahku, ia bercerita bahwa aku menghindari kak Ovan karena kak Ovan ternyata memiliki penyakit asma. Hal yang tidak pernah aku tahu sebelumnya. Aku merasa aneh dalam satu minggu itu satu per satu orang yang aku sayangi menghindari aku. Sore hari aku menghibur diriku, dengan berjalan-jalan di sekitar rumahku. Aku melihat kak Ovan bersepeda dengan Reva. (kenapa kak Ovan bersepeda dengan Reva melewati rumahku ya ?). matahri sedikit-demi sedikit menyembunyikan sinarnya, aku memutuskan untuk pulang dan di depan pintu rumah, aku melihat Sera tengah ketakutan. Aku mengageti dia dari belakng.
“ heii. .” aku tersenyum melihat ekspresinya.
“ ah. . Dii. . sa . .” Dia menyebut namaku dengan terbat-bata.
“ ayo masuk, masak di luar aja.” Ajakku.
“ nggak usah dis.. aku Cuma mau ngasih tahu yang sebenarnya terjadi.” Jawab Sera, aku mulai bingung, Sera pun menceritakan semuanya padaku yang sebenarnya terjadi antara aku dengan pak toni, dan kak Ovan.

Aku sangat terkejut mendengar kalimat per kalimat yang keluar dari mulut gadis berambut pirang itu. aku hanya terdiam membisu dan aku tidak menyangka sahabat yang selama ini aku percaya berbuat setega itu demi cinta. Aku pun mulai menjauhi Reva sampai pada aku masuk ke sekolah yang lebih tinggi.

Aku tidak pernah menegurnya lagi. aku tidak pernah bercanda, berbagi pengalaman dengannya. Aku juga tidak pernah bercerita yang sebenarnya pada kak Ovan, aku hanya berharap dia tidak pernah membenci aku dan dia sadar siapa sebenarnya Reva. Inilah kisah persahabatanku yang berakhir dengan penghianatan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar